Pagi hari di Masjid Jami Al Ihsan, Desa Kertanegla, Kabupaten Tasikmalaya, suasana mulai hidup saat warga berdatangan. Mereka mengantre dengan penuh harap untuk mendapatkan air bersih yang menjadi kebutuhan utama di tengah kemarau panjang.
Krisis air bersih yang melanda desa ini telah berlangsung selama sekitar dua bulan terakhir, memaksa ratusan keluarga bergantung pada masjid sebagai satu-satunya sumber air. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya peran masjid tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai penyedia kebutuhan dasar.
Pada bulan-bulan terakhir, sumur-sumur warga tidak lagi mengeluarkan air akibat kekeringan yang melanda. Warga terpaksa datang ke masjid, membawa jeriken dan galon untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka, seperti memasak dan mandi.
Situasi Kekeringan Memicu Krisis Air di Desa
Masalah kekeringan di Desa Kertanegla bukanlah hal baru, namun tahun ini terasa lebih parah. Dedeh Rohayati, salah satu warga, mengungkapkan bahwa sumur di rumahnya sudah kering sejak akhir April. Sebelumnya, air dapat ditemukan pada kedalaman tiga meter, namun kini harus menggali hingga sepuluh meter tanpa hasil.
Yayah, warga lainnya, juga merasakan dampak serupa. Mengingat bahwa hujan tidak turun selama hampir dua bulan, sumber air di sekitar permukiman seakan menghilang, membuat mereka terpaksa bergantung pada masjid untuk mendapatkan air yang sangat dibutuhkan.
Dengan meningkatnya jumlah warga yang membutuhkan air, pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) menghadapi dilema. Di satu sisi, mereka ingin membantu masyarakat, tetapi di sisi lain, ketersediaan air untuk keperluan ibadah harus tetap terjaga agar tidak mengganggu praktik ibadah warga.
Kebijakan Pengambilan Air Diterapkan untuk Keseimbangan
Ketua DKM Masjid Jami Al Ihsan, Uun Suhendar, mengatakan keputusan sulit harus diambil. Akhirnya, mereka memutuskan untuk tetap membuka akses air kepada warga, dengan aturan ketat agar pengambilan air dihentikan sepuluh menit sebelum azan salat berkumandang.
Aturan ini ditetapkan agar air yang tersedia cukup untuk wudu bagi yang akan beribadah. Meskipun sulit, Uun menegaskan bahwa kebutuhan akan air bersih adalah prioritas utama, dan mereka ingin memastikan aktivitas ibadah tetap berlangsung dengan baik.
Pembatasan ini hanya satu dari sekian banyak langkah yang diambil untuk mengatasi masalah mendesak di tengah krisis air bersih yang melanda. Uun berharap masyarakat dapat memahami dan mematuhi aturan yang telah ditetapkan untuk menciptakan keseimbangan yang diperlukan.
Data Penduduk yang Terkena Dampak Kekeringan
Dari data yang diperoleh Pemerintah Desa Kertanegla, disebutkan bahwa jumlah kepala keluarga yang terdampak mencapai 600 hingga 700. Mereka setiap hari harus berjalan kaki membawa jeriken untuk mendapatkan pasokan air bersih dari masjid.
Kepala Desa Kertanegla, Bunyamin, menjelaskan bahwa masalah kekeringan di wilayah tersebut sering terjadi, terutama pada musim kemarau. Dusun Cipari dan Dusun Cipatat selalu menjadi daerah terdampak yang paling parah, dengan masjid sebagai satu-satunya sumber air bagi warga.
Dengan terbatasnya sumber air, setiap keluarga kini hanya diperbolehkan mengambil dua hingga tiga jeriken air setiap harinya. Langkah ini diambil agar semua warga tetap mendapatkan akses air yang cukup untuk kebutuhan sehari-hari.
Panggilan untuk Bantuan Mengatasi Krisis Air Bersih
Upaya pemerintah desa untuk meminta bantuan dari instansi terkait, seperti BPBD, sudah dilakukan. Bunyamin mengungkapkan harapan agar bantuan distribusi air bersih segera dirasakan oleh warga. Namun, hingga akhir Juni, bantuan tersebut belum juga tiba, meninggalkan harapan yang terus menerus membara di hati warga.
Warga tidak hanya menunggu bantuan darurat, tetapi juga berharap adanya solusi permanen. Mereka ingin agar setiap tahun tidak lagi mengalami kesulitan yang sama, terutama di musim kemarau yang berkepanjangan.
Bunyamin menekankan pentingnya dibangunnya sumur bor sebagai solusi jangka panjang untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga. Dengan adanya sumur bor, diharapkan sumber air yang lebih stabil dapat tersedia sepanjang tahun.









