Mahkamah Konstitusi (MK) dijadwalkan untuk mengeluarkan keputusan terkait gugatan program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Kamis, 30 Juli 2026. Penjadwalan sidang ini merupakan bagian dari proses hukum yang mengikuti sejumlah tahapan formal yang telah ditetapkan.
Sidang yang akan berlangsung mulai pukul 13.30 WIB ini akan menandai titik penting dalam persidangan, di mana pengucapan putusan akan dilakukan. Gugatan tersebut terdaftar dengan nomor perkara 55/PUU-XXIV/2026, menunjukkan bahwa ini merupakan isu yang sudah lama dibahas di dalam lembaga hukum tertinggi di Indonesia.
Dalam pengumuman resmi, MK menyebutkan bahwa putusan akan dibacakan di Gedung MKRI, yang memberikan perkiraan waktu yang jelas untuk para pihak yang terlibat. Setelah serangkaian tahapan intensif sebelumnya, perhatian kini tertuju pada hasil akhirnya.
Proses Hukum yang Melibatkan Berbagai Pihak
Gugatan ini dimulai pada 3 Februari 2026, ketika permohonan diajukan ke MK untuk pertama kalinya. Dalam tahap awal ini, MK menerbitkan Akta Pengajuan Permohonan Pemohon (AP3) di bawah nomor yang telah ditentukan.
Permohonan tersebut kemudian didaftarkan sebagai perkara resmi dengan nomor yang sama, di mana salinan telah dibagikan kepada pihak-pihak terkait. Dengan langkah ini, semua pihak yang berkepentingan diharapkan dapat mengikuti perkembangan yang terjadi di Mahkamah Konstitusi.
Sidang awal diadakan pada 12 Februari 2026, dan ini menjadi kesempatan pertama bagi para pihak untuk menyampaikan argumen mereka. Pada tanggal yang sama, pemohon juga diharuskan melakukan perbaikan atas permohonan mereka.
Pemeriksaan Pendahuluan dan Pembuktian
Menyusul pemeriksaan pendahuluan, MK melanjutkan dengan proses yang lebih mendalam, termasuk mendengarkan keterangan dari DPR dan Presiden. Dua sesi untuk mendengarkan keterangan ini berlangsung pada 11 Maret dan 14 April 2026.
Tahapan ini penting karena melibatkan suara lembaga pemerintahan yang berkaitan langsung dengan program yang sedang diuji. Dengan ini, MK berusaha untuk mendapatkan perspektif yang komprehensif dari semua pihak.
Pada 28 April 2026, MK mengundang pihak-pihak terkait lainnya serta para ahli untuk memberikan wawasan tambahan. Hal ini dimaksudkan untuk memperkaya bahan pertimbangan MK dalam mengambil keputusan yang tepat dan adil.
Finalisasi Sidang Sebelum Putusan Dikeluarkan
Proses menjelang pengucapan putusan memasuki fase kritis, di mana keterlibatan ahli dan saksi dari pemohon juga dilakukan. Pada 15 Juni 2026, periode ini diisi oleh penjelasan dari orang-orang yang memiliki pengetahuan khusus dalam bidang yang relevan.
Sidang-sidang ini merupakan bagian dari totalitas proses hukum yang tidak hanya mengandalkan argumen lisan, tetapi juga fakta-fakta konkret dan data yang dapat mendukung posisi masing-masing pihak. Ini adalah momen penting, di mana semua informasi dikumpulkan untuk menjadi bahan pertimbangan MK.
Keterangan dari pihak Presiden dan DPR kemudian dilanjutkan pada 23 Juni dan 1 Juli 2026. Melalui proses ini, MK berusaha untuk memahami berbagai perspektif sehingga keputusan yang diambil dapat mencerminkan keadilan serta kepentingan publik.









