Pada tahun 2026, Fortune kembali merilis daftar yang menjadi sorotan banyak publikasi di seluruh dunia, yakni 100 perempuan paling berpengaruh di Asia. Di antara nama-nama yang terdaftar, sosok-sosok perempuan seperti Pham Thu Huong, Pansy Ho, dan Daisy Ho sangat mencolok berkat kontribusi mereka dalam sektor pengembangan properti di Asia.
Ini adalah penghargaan yang tidak hanya mencerminkan tingkat kepemimpinan, tetapi juga dampaknya pada sektor yang lebih luas. Dengan latar belakang yang kaya dan beragam, ketiga tokoh ini memiliki peran penting di perusahaan yang berpengaruh di pasaran properti.
Daftar yang diumumkan ini tidak hanya melihat angka penjualan atau profit, tetapi juga mencerminkan dampak sosial dan inovasi yang dihadirkan oleh para pemimpinnya. Bagi individu yang berkarier di bidang ini, pencapaian mereka menjadi acuan penting untuk memahami dinamika industri yang terus berkembang.
Mengenal Pemimpin Perempuan yang Menduduki Peringkat Teratas di Asia
Daftar yang dirilis pada 7 Oktober 2026 menyajikan profil 100 perempuan dari 14 pasar di Asia-Pasifik. Penilaian dilakukan berdasarkan skala dan kinerja organisasi, inovasi, serta dampak positif yang dihasilkan bagi masyarakat luas.
Berdasarkan hasil tersebut, 10 nama yang paling berpengaruh pada pemeringkatan ini terdiri dari berbagai sektor, menunjukkan keberagaman dalam kepemimpinan perempuan. Dari pebisnis hingga pemimpin industri, semua memiliki peran signifikan dalam membentuk masa depan ekonomi Asia.
Sangat menarik untuk mencermati bagaimana para pemimpin ini mengelola perusahaan mereka dan beradaptasi terhadap tantangan yang ada. Hal ini sekaligus menjadi bukti bahwa peluang masih terbuka lebar bagi perempuan dalam memimpin industri yang sebelumnya didominasi oleh laki-laki.
Profil Tiga Perempuan yang Relevan dengan Bisnis Properti
Dari daftar tersebut, tiga perempuan menarik perhatian karena hubungan mereka yang erat dengan sektor properti. Pham Thu Huong, Pansy Ho, dan Daisy Ho yang meskipun tidak termasuk dalam 10 besar, tetap memiliki pengaruh besar di industri ini.
Ketiganya berhasil menunjukkan bagaimana kepemimpinan perempuan tidak hanya penting, tetapi sangat relevan dalam perkembangan infrastruktur dan pengelolaan aset. Mereka membawa pendekatan yang inovatif dan efisien dalam pengelolaan properti, memberikan inspirasi bagi generasi mendatang.
Setiap individu tersebut mengemban tanggung jawab yang tidak hanya berkaitan dengan bisnis, tetapi juga dengan menciptakan dampak positif bagi masyarakat sekitar. Ini menjadi tantangan sekaligus peluang yang harus dimanfaatkan oleh pemimpin perempuan lainnya.
Peran Pham Thu Huong dalam Membangun Vingroup
Pemimpin perempuan asal Vietnam ini berada di peringkat ke-37 dalam daftar Fortune Most Powerful Women Asia 2026. Sebagai Wakil Ketua Vingroup, Pham Thu Huong memiliki peran penting dalam membangun salah satu konglomerasi terbesar di negara tersebut.
Vingroup dimulai dari usaha kecil hingga menjadi raksasa di banyak sektor, termasuk properti. Melalui entitas seperti Vinhomes, mereka fokus pada pengembangan hunian yang berkualitas dan kawasan terpadu, memungkinkan integrasi fasilitas terbaik dalam satu lokasi.
Model pengembangan tersebut tidak hanya berfokus pada profit tetapi juga pada kualitas hidup masyarakat yang tinggal di dalamnya. Ini menjadikan proyek Vingroup sebagai referensi yang relevan bagi pengembang lainnya, termasuk di Indonesia.
Kepemimpinan Pansy Ho di Shun Tak Holdings
Pansy Ho, yang menduduki peringkat ke-26, juga merupakan figur sentral dalam pengembangan industri properti. Ia menjabat sebagai Group Executive Chairman di Shun Tak Holdings dan memiliki peran signifikan dalam membuka berbagai proyek di Hong Kong dan Makau.
Dengan portofolio yang mencakup pengembangan hunian dan komersial, Pansy Ho menunjukkan bagaimana inovasi dapat menciptakan ruang hidup yang efisien. Kombinasi antara real estat dan sektor pariwisata membuatnya menjadi pemimpin yang dinamis di bidangnya.
Inisiatif yang diambil oleh Shun Tak Holdings menyoroti pentingnya pemahaman terhadap kebutuhan pasar yang beragam. Setiap proyek baru haruslah mempertimbangkan elemen estetika, fungsi, dan daya tarik bagi konsumen untuk meningkatkan nilai properti.
Daisy Ho dan kontribusinya di SJM Holdings dan Shun Tak
Menempati peringkat ke-27, Daisy Ho menjalankan peran penting di SJM Holdings sekaligus menjadi Deputy Managing Director di Shun Tak Holdings. Dalam kapasitasnya tersebut, ia bertanggung jawab atas perencanaan strategis dan pengembangan aset.
Tanggung jawabnya dalam pengembangan berbagai jenis properti menunjukkan bagaimana kepemimpinan perempuan sangat diperlukan dalam industri yang penuh dengan tantangan ini. Daisy Ho juga menjadi pionir dalam bisnis resor dan hiburan di Makau.
Model bisnis yang diterapkan menunjukkan pentingnya keberagaman dalam pengelolaan portofolio, di mana kombinasi berbagai jenis aset dapat membuka peluang pendapatan baru. Ini juga menjadi langkah strategis untuk menghadapi tantangan di masa depan dan memperkuat posisi perusahaan di pasar.









