PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI terus menjalankan tanggung jawabnya untuk memberikan dukungan kepada pelanggan dan keluarga mereka yang terdampak oleh insiden di Stasiun Bekasi Timur. Hingga pagi hari Sabtu, 9 Mei 2026, sebanyak 96 pelanggan telah diizinkan untuk pulang dan memulai proses pemulihan di rumah mereka masing-masing.
Sementara itu, terdapat 12 pelanggan yang masih dirawat di beberapa rumah sakit, dengan kondisi mereka dipantau secara berkala oleh pihak KAI. Anne Purba, Vice President Corporate Communication PT KAI, mengungkapkan bahwa pihaknya selalu berkoordinasi dengan rumah sakit dan keluarga korban agar proses pendampingan dapat berlangsung dengan baik.
“Kami terus menjaga komunikasi dengan rumah sakit, keluarga, dan pihak terkait agar setiap proses pendampingan berjalan lancar. Pelanggan yang masih dirawat terus kami pantau, sementara pelanggan yang telah kembali ke rumah juga mendapatkan pendampingan sesuai kebutuhan,” jelas Anne dalam pernyataannya pada Sabtu (9/5/2026).
Upaya KAI dalam Mendukung Pelanggan dan Keluarga Korban
Untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan para pelanggan, KAI telah membuka layanan klaim atau reimbursement bagi pelanggan yang memerlukan pengobatan secara mandiri. Pengajuan klaim ini memerlukan bukti perjalanan, identitas pelanggan, kuitansi dan rincian biaya pengobatan, serta dokumen medis lainnya.
Setelah semua dokumen lengkap, KAI akan berkolaborasi dengan pihak asuransi untuk menyelesaikan klaim dalam waktu maksimal 21 hari kerja. Langkah ini diharapkan dapat meringankan beban biaya yang harus ditanggung oleh korban dan keluarga mereka.
Pihak KAI juga secara aktif menyediakan layanan trauma healing untuk pelanggan maupun keluarga yang memerlukan dukungan psikologis. Dukungan ini mencakup konsultasi tatap muka maupun telemedicine yang disesuaikan dengan kebutuhan individu, agar mereka dapat mengatasi dampak psikologis yang mungkin dirasakan.
Peran Posko Informasi Stasiun Bekasi Timur dalam Proses Pemulihan
Sebagai bagian dari upaya pendampingan, KAI juga telah mendirikan Posko Informasi di Stasiun Bekasi Timur. Posko ini berfungsi sebagai pusat informasi bagi para pelanggan dan keluarga yang membutuhkan bantuan dan informasi lebih lanjut mengenai layanan yang tersedia.
Melalui Posko ini, pengunjung dapat mengakses layanan klaim, konsultasi medis, serta informasi tentang program trauma healing yang disediakan. Dengan adanya pusat informasi ini, diharapkan komunikasi antara KAI, keluarga, dan pihak medis menjadi lebih efektif.
Pihak KAI sangat menghargai keberadaan tim medis yang membantu dalam pemulihan pelanggan. KCoordination with health institutions ensures that medical support is provided efficiently and responsively.
Komitmen KAI dalam Menjaga Keamanan dan Kesehatan Pelanggan
KAI terus berkomitmen untuk menjaga keamanan dan kesehatan para pelanggannya, terutama pasca insiden yang terjadi. Kebijakan-kebijakan baru akan diterapkan guna mencegah kejadian serupa di masa depan.
Pihak KAI juga berencana untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap prosedur keamanan yang ada. Tujuan utama dari evaluasi ini adalah untuk memastikan bahwa seluruh aspek perjalanan kereta api aman dan nyaman bagi setiap penumpang.
Dengan adanya berbagai langkah dan inisiatif yang diambil, KAI berharap dapat memulihkan kepercayaan masyarakat. Transparansi dan komunikasi yang baik akan menjadi kunci keberhasilan dalam pemulihan ini.








