• Landing Page
  • Shop
  • Contact
  • Buy JNews
  • Login
Upgrade
BeritaRiau.co.id
Advertisement
  • News
  • Tekno
  • Bola
  • Bisnis
  • Health
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Properti
  • Travel
No Result
View All Result
  • News
  • Tekno
  • Bola
  • Bisnis
  • Health
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Properti
  • Travel
No Result
View All Result
BeritaRiau.co.id
No Result
View All Result
Home Properti

Investor Perempuan Mencapai 52 Persen Di Tengah Inflasi 4,76 Persen Properti Undervalued

gerald by gerald
April 28, 2026
in Properti
0
Investor Perempuan Mencapai 52 Persen Di Tengah Inflasi 4,76 Persen Properti Undervalued

Investor perempuan kini semakin dominan dalam pasar properti Indonesia, mencapai kontribusi pencarian sebesar 52 persen. Fenomena ini muncul di tengah inflasi yang mencapai 4,76%, yang diikuti dengan penurunan harga properti sekitar 0,4%, sehingga membuat beberapa aset hunian terkesan undervalued.

Dari temuan terkini, terlihat bahwa dalam siklus normal, inflasi biasanya diikuti oleh kenaikan harga properti. Namun, keadaan saat ini menunjukkan bahwa kedua aspek ini berjalan berlawanan, menciptakan dinamika yang menarik bagi investor.

Dengan lonjakan inflasi yang tidak diikuti oleh harga aset, banyak investor mulai melihat peluang baru dalam sektor properti. Untuk memahami lebih dalam, mari kita telusuri lebih jauh tentang tren ini dan apa artinya bagi pasar properti ke depan.

Pergeseran Peran Investor Perempuan dalam Pasar Properti

Peran investor perempuan dalam keputusan finansial semakin terlihat jelas. Mereka tidak lagi menjadi pendamping, tetapi kini menjadi pengambil keputusan utama dalam pembelian aset properti.

Fenomena yang dikenal sebagai “Prop-Femme Revolution” menunjukkan bahwa perempuan melakukan pencarian properti antara 52% hingga 58,7%. Hal ini juga terlihat dalam realisasi kredit perumahan, di mana 35,5% akad rumah diambil oleh perempuan.

Jumlah investor perempuan di pasar juga meningkat, mencapai 5,8 juta dengan total nilai aset lebih dari Rp500 triliun. Angka ini menunjukkan pertumbuhan signifikan dalam beberapa tahun terakhir atas partisipasi perempuan dalam investasi properti.

Perempuan profesional kini lebih cenderung menggunakan pendekatan berbasis data. Mereka tidak hanya fokus pada estetika bangunan, tetapi juga menganalisis potensi likuiditas dan imbal hasil sewa dari suatu area, yang memengaruhi keputusan investasi mereka.

Kebanyakan investor perempuan masih memilih rumah tapak sebagai investasi utama, dengan rentang harga favorit antara Rp1 miliar hingga Rp3 miliar. Ini menunjukkan adanya kecenderungan untuk berinvestasi pada properti yang memberikan kenyamanan dan potensi keuntungan di masa depan.

Inflasi dan Potensi Properti Undervalued

Kenaikan inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) sampai 4,76% tahun ini seharusnya menciptakan dampak pada harga properti, namun kenyataannya tidak demikian. Hal ini menimbulkan selisih valuasi yang cukup menguntungkan bagi investor.

Perbedaan valuasi ini membuat price gap sekitar 516 basis poin, memberi peluang bagi mereka yang ingin memasuki pasar pada harga yang lebih rendah. Sementara itu, biaya konstruksi terus meningkat, naik hampir 20%, ditambah harga lahan dan operasional pengembang yang juga ikut merangkak naik.

Logika pasar biasanya menunjukkan bahwa tekanan biaya ini akan mendorong penyesuaian harga dalam jangka menengah. Sayangnya, pasar properti belum sepenuhnya beradaptasi, menciptakan jeda sebelum harga kembali merangkak naik.

Saat kondisi ini dipandang sebagai peluang, saatnya bagi investor untuk mempertimbangkan potensi yang ada. Penyesuaian harga mungkin hanya tinggal menunggu waktu, dan siapa yang mendahului dalam keputusan akan mendapatkan keuntungan.

Saat ini, harga yang undervalued kemungkinan tidak akan bertahan lama, sehingga menjadikannya saat yang tepat untuk berinvestasi.

Tren Properti di Tangerang dan Menurunnya Suplai

Kota Tangerang kini menunjukkan peningkatan permintaan yang signifikan, mengalahkan Jakarta Selatan dalam hal pencarian properti. Angka pencarian mencapai 14,8%, menunjukan bahwa Tangerang semakin menjadi pusat perhatian di kalangan investor.

Fase undervalued sering kali menjadi titik awal bagi kenaikan harga properti. Meskipun tekanan biaya meningkat, indikator fundamental menunjukkan penguatan yang tidak sepenuhnya tercermin dalam harga pasar saat ini.

Keterbatasan pasokan rumah sekunder nasional yang turun sekitar 7,8% akan berpotensi memicu kenaikan harga ketika permintaan kembali mengalami peningkatan. Pasar akan menemukan keseimbangan baru yang akan menciptakan peluang langka bagi para investor yang jeli.

Unit properti di atas harga Rp3 miliar, terutama di kawasan seperti BSD City, menunjukkan daya tahan yang relatif kuat. Properti di segmen ini kini mulai dilihat sebagai instrumen lindung nilai yang rasional dalam situasi pasar keuangan yang tidak menentu.

Keberadaan hunian modern di Tangerang, seperti yang ditawarkan di BSD City, juga menjadi daya tarik tersendiri. Ini menunjukkan bahwa investor perempuan tidak hanya memperhatikan harga, tetapi juga kualitas dan potensi investasi di masa depan.

Strategi Investasi dan Momentum Pasar Berikutnya

Dengan kombinasi antara suplai properti yang terbatas, kenaikan biaya produksi, dan permintaan yang mulai stagnan, kita dapat melihat adanya tekanan struktural pada harga properti. Ini membuat momentumnya sangat krusial bagi investor yang ingin memasuki pasar.

Suku bunga acuan yang masih relatif rendah di level 4,75% memberikan ruang bagi investor untuk mengakumulasi aset sebelum harga benar-benar merangkak naik. Insentif pajak juga menjadi faktor tambahan yang menarik bagi mereka yang ingin berinvestasi saat ini.

Fase saat ini dapat dilihat sebagai fase entry sebelum harga mulai disesuaikan mengikuti nilai fundamental. Para investor yang melakukan analisis mendalam dan mengambil tindakan sekarang mungkin akan mendapatkan keuntungan signifikan di masa yang akan datang.

Ketika penyesuaian harga terjadi, ruang untuk menemukan properti undervalued biasanya akan semakin menyusut. Oleh karena itu, memanfaatkan momentum ini menjadi sangat penting bagi siapapun yang ingin berinvestasi di pasar properti.

Melihat tren yang ada, masa depan pasar properti tampak menjanjikan, terutama bagi mereka yang siap untuk memanfaatkan peluang ini dengan maksimal.

Tags: InflasiInvestorMencapaiPerempuanPersenPropertiTengahUndervalued
Previous Post

15 Orang Tewas dan 88 Luka Dirawat dalam Kecelakaan

Next Post

Evaluasi Taksi Green SM oleh Kemenhub Setelah Insiden Kereta

gerald

gerald

Related Posts

Pesona Prima 9 Cikahuripan Hadirkan 1025 Rumah Subsidi Syariah di Cileungsi Booking Mulai 500 Ribu
Properti

Pesona Prima 9 Cikahuripan Hadirkan 1025 Rumah Subsidi Syariah di Cileungsi Booking Mulai 500 Ribu

by gerald
April 28, 2026
Hemat Listrik hingga 91% dengan 3 Sistem SolarFlow Mix untuk Hunian Modern
Properti

Hemat Listrik hingga 91% dengan 3 Sistem SolarFlow Mix untuk Hunian Modern

by gerald
April 27, 2026
Pendidikan Kelas Dunia 2026 Tarik 1000 Pengunjung, BSD City Perkuat Posisi Kota Pendidikan
Properti

Pendidikan Kelas Dunia 2026 Tarik 1000 Pengunjung, BSD City Perkuat Posisi Kota Pendidikan

by gerald
April 27, 2026
Petals dan Momentum Baru Barat Jakarta: Konektivitas Menuju Realisasi
Properti

Petals dan Momentum Baru Barat Jakarta: Konektivitas Menuju Realisasi

by gerald
April 26, 2026
Incar Pekerja Jakarta Selatan, Rilis Rumah Rp700 Jutaan di Sawangan
Properti

Incar Pekerja Jakarta Selatan, Rilis Rumah Rp700 Jutaan di Sawangan

by gerald
April 26, 2026
Next Post
Evaluasi Taksi Green SM oleh Kemenhub Setelah Insiden Kereta

Evaluasi Taksi Green SM oleh Kemenhub Setelah Insiden Kereta

Premium Content

Evaluasi Taksi Green SM oleh Kemenhub Setelah Insiden Kereta

Evaluasi Taksi Green SM oleh Kemenhub Setelah Insiden Kereta

April 28, 2026
7 Pelatih Indonesia di Esports Nations Cup 2026, Xepher dan OmKurus Miliki Misi Besar

7 Pelatih Indonesia di Esports Nations Cup 2026, Xepher dan OmKurus Miliki Misi Besar

April 27, 2026
Tinjauan Pembangunan Pusat Pemerintahan oleh Mendagri di Papua Barat Daya

Tinjauan Pembangunan Pusat Pemerintahan oleh Mendagri di Papua Barat Daya

April 27, 2026

Browse by Category

  • Bisnis
  • Bola
  • Health
  • Lifestyle
  • News
  • Otomotif
  • Properti
  • Tekno
  • Travel

Browse by Tags

Ajak akibat Bakar Bekasi dalam dan dari Dudung Evaluasi Hak Harga Hari Hidup Indonesia Ini Intelektual Izin Jaga Jakarta Kecelakaan Kereta Korban Kota KRL Listrik Luka Masih Massal Masyarakat Misi Naik Negara oleh Orang pada Pasar Pelaku Perkuat Persen Sebagai Setelah Tewas untuk Warga yang
BeritaRiau.co.id

BeritaRiau - Berita Terkini Hari Ini, Kabar Berita Riau.

Categories

  • Bisnis
  • Bola
  • Health
  • Lifestyle
  • News
  • Otomotif
  • Properti
  • Tekno
  • Travel

Browse by Tag

Ajak akibat Bakar Bekasi dalam dan dari Dudung Evaluasi Hak Harga Hari Hidup Indonesia Ini Intelektual Izin Jaga Jakarta Kecelakaan Kereta Korban Kota KRL Listrik Luka Masih Massal Masyarakat Misi Naik Negara oleh Orang pada Pasar Pelaku Perkuat Persen Sebagai Setelah Tewas untuk Warga yang

Recent Posts

  • Evaluasi Taksi Green SM oleh Kemenhub Setelah Insiden Kereta
  • Investor Perempuan Mencapai 52 Persen Di Tengah Inflasi 4,76 Persen Properti Undervalued
  • 15 Orang Tewas dan 88 Luka Dirawat dalam Kecelakaan

© 2026 beritariau.co.id - Berita Terkini Hari Ini, Kabar Berita Riau.

No Result
View All Result
  • Home
  • Landing Page
  • Buy JNews
  • Support Forum
  • Contact Us

© 2026 beritariau.co.id - Berita Terkini Hari Ini, Kabar Berita Riau.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In