Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengungkapkan bahwa Presiden RI Prabowo Subianto telah memberikan arahan untuk memperkuat riset nasional dengan menambah anggaran riset sebesar Rp4 triliun. Langkah ini bertujuan untuk membangun ekosistem riset yang lebih terintegrasi dalam menghadapi berbagai tantangan yang dihadapi oleh bangsa.
Dalam pernyataannya, Prasetyo menjelaskan bahwa penambahan anggaran ini adalah bagian dari upaya pemerintah untuk menciptakan kebijakan riset yang lebih efektif. Para pemangku kepentingan di bidang pendidikan, sains, dan teknologi akan dilibatkan dalam proses ini.
Hadir dalam sarasehan di Jakarta, Prasetyo menegaskan bahwa arahan tersebut akan ditindaklanjuti oleh berbagai kementerian dan lembaga terkait, untuk menyatukan visi dan kebijakan riset yang dimiliki. Dengan fokus pada tujuan yang sama, diharapkan hasil riset dapat lebih nyata bagi masyarakat.
Prioritas Pemerintah dalam Pengembangan Riset Nasional
Pemerintah telah merancang peta jalan riset nasional yang memberikan acuan bagi seluruh kegiatan riset. Dengan peta jalan ini, diharapkan semua riset yang dilakukan dapat berjalan dalam satu desain besar yang saling melengkapi.
Prasetyo menjelaskan bahwa peta jalan tersebut telah dihasilkan dan menjadi pedoman bagi semua program riset yang ada. Tujuan utamanya adalah untuk memastikan bahwa semua riset mendukung prioritas pembangunan nasional yang telah ditetapkan.
Lebih jauh, Prabowo menginginkan agar riset tidak hanya menghasilkan teori akademis, tetapi juga memberikan solusi konkret bagi masalah yang dihadapi oleh masyarakat. Dengan demikian, riset dapat memberikan dampak yang langsung terlihat.
Riset yang Berfokus pada Penyelesaian Masalah Strategis
Dalam pembahasan tentang riset yang akan dikembangkan, Prasetyo memberikan beberapa contoh isu yang membutuhkan perhatian. Misalnya, penelitian terkait pengelolaan limbah, pengembangan sumber energi baru, dan transisi dari LPG ke CNG.
Semua riset yang dilakukan diharapkan dapat memberikan kontribusi langsung dalam menyelesaikan permasalahan yang ada. Ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk menghubungkan riset dengan kebutuhan nyata di lapangan.
Prasetyo menambah, keberadaan riset yang aplikatif sangat penting untuk menjawab tantangan nasional yang terus berganti. Dengan itu, diharapkan masyarakat merasakan manfaat dari hasil riset yang dilakukan.
Peran Akademisi dalam Mendukung Kebangkitan Riset
Prabowo melihat kalangan akademisi sebagai aset intelektual penting bagi bangsa. Dalam konteks ini, dia mengajak para akademisi untuk berkolaborasi dan berbagi pengetahuan dalam menyusun solusi untuk tantangan yang ada.
Menjelang pembukaan Sarasehan Kebangsaan KSTI 2026, Prabowo kembali mengajak civitas akademika untuk bersama-sama berkontribusi sesuai bidang keahlian masing-masing. Dia percaya sinergi tersebut penting untuk mencapai tujuan bersama.
Dengan melibatkan semua pihak, Prabowo yakin bahwa kemampuan terbaik dari individu-individu di bidangnya masing-masing dapat digerakkan. Hal ini diharapkan mampu menciptakan inovasi yang bermanfaat bagi kemajuan bangsa.








