• Landing Page
  • Shop
  • Contact
  • Buy JNews
  • Login
Upgrade
BeritaRiau.co.id
Advertisement
  • News
  • Tekno
  • Bola
  • Bisnis
  • Health
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Properti
  • Travel
No Result
View All Result
  • News
  • Tekno
  • Bola
  • Bisnis
  • Health
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Properti
  • Travel
No Result
View All Result
BeritaRiau.co.id
No Result
View All Result
Home Travel

Bupati Lombok Barat Diduga Terima Uang Miliaran dan Barang Mewah lain

gerald by gerald
July 21, 2026
in Travel
0
Bupati Lombok Barat Diduga Terima Uang Miliaran dan Barang Mewah lain

Baru-baru ini, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengumumkan tersangka dalam kasus dugaan korupsi yang melibatkan sejumlah pejabat dan pengusaha di Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat. Penangkapan tersebut terjadi setelah KPK melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang melibatkan 20 orang, di mana tiga di antaranya ditetapkan sebagai tersangka.

Di antara yang ditetapkan sebagai tersangka adalah Bupati Lombok Barat periode 2025-2030, Lalu Ahmad Zaini; Direktur Utama PT Air Minum Giri Menang, Sudirman; dan Direktur Utama PT Meconel Sistim Instrument (MSI), Alvonsus Gani. Ketiganya terlibat dalam isu benturan kepentingan yang kompleks terkait pengadaan barang dan jasa.

KPK mengatakan bahwa bukti awal yang diperoleh menunjukkan adanya praktik korupsi yang cukup terstruktur, baik melalui suap maupun gratifikasi. Dalam konferensi pers yang diadakan di Jakarta, KPK menegaskan bahwa penyidikan akan terus berlanjut hingga semua pihak yang terlibat dapat dimintai pertanggungjawaban.

Proses Penangkapan dan Penetapan Tersangka oleh KPK

Dalam proses penyelidikan, KPK mendapat laporan dari masyarakat mengenai dugaan tindak pidana korupsi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lombok Barat. Menindaklanjuti laporan tersebut, KPK melakukan kegiatan penyelidikan yang akhirnya berujung pada penangkapan beberapa orang.

Setelah memperoleh cukup bukti, KPK pun menaikkan status pengusutan perkara ini ke tahap penyidikan. Taufik Husein, pejabat KPK, mengungkapkan bahwa terdapat tiga tersangka yang telah ditetapkan berdasarkan bukti awal yang kuat. Saat konferensi pers berlangsung, ketiga tersangka masih dalam proses pemeriksaan.

Ketiga tersangka, yang terdiri dari pejabat pemerintah dan pengusaha, dituduh terlibat dalam pengadaan proyek-proyek di Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Penataan Kawasan Permukiman (PUPRPKP) di Lombok Barat, yang diduga penuh dengan konflik kepentingan.

Penyalahgunaan Wewenang dalam Pengadaan Proyek

Dugaan praktik korupsi bermula dari perintah Lalu Ahmad kepada Kepala Dinas untuk membantu Sudirman mendapatkan paket proyek dari Dinas PUPRPKP untuk tahun anggaran 2025-2026. Dalam kasus ini, Sudirman dituduh menggunakan perusahaan miliknya sebagai ‘kolam’ untuk mendapatkan proyek secara tidak sah.

Melalui praktik ini, Sudirman dilaporkan telah “meminjam bendera” dari beberapa penyedia lain agar nama perusahaannya tidak muncul secara resmi sebagai pemenang proyek. Hal ini dilakukan untuk menutupi konflik kepentingan yang ada, sehingga publik tidak mengetahui adanya komplain terkait integritas pengadaan barang dan jasa tersebut.

Permasalahan ini semakin rumit ketika panitia pengadaan dilaporkan menambahkan ‘dukungan’ untuk calon vendor, yang dianggap sebagai langkah untuk memperhalus proses seleksi dan menguntungkan pihak tertentu. Proyek dengan nilai mencapai Rp17,9 miliar di Dinas tersebut dikerjakan dengan cara yang menyalahi prosedur dan berpotensi merugikan negara.

Aliran Uang dari Proyek-proyek yang Terkait

Dalam penyelidikan lebih lanjut, ditemukan bahwa Sudirman diduga memberikan fee kepada penyedia yang terlibat, serta mendapatkan keuntungan yang signifikan melalui proyek yang dia kendalikan. Dari total proyek senilai Rp17,9 miliar, Sudirman bahkan diperkirakan memperoleh sekitar Rp10,6 miliar.

Salah satu unsur mencolok dari kasus ini adalah bukti yang menunjukkan ada aliran uang hasil korupsi kepada Lalu Ahmad Zaini, sang bupati. Informasi yang diperoleh menyebutkan bahwa dari total uang yang diterima Sudirman, sekitar Rp10,8 miliar dialirkan kepada Lalu Ahmad dalam bentuk suap.

Penyidik kini terus mendalami semua aliran dana yang terlibat, termasuk potensi keterlibatan pihak lain serta sumber-sumber dana yang digunakannya. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa setiap pihak yang terlibat baik sebagai pelaku maupun penerima manfaat dapat dimintai pertanggungjawaban.

Dugaan Suap dan Gratifikasi dalam Proyek Air Bersih

Selain dugaan benturan kepentingan, Lalu Ahmad juga dituduh menerima sejumlah gratifikasi yang dianggap melanggar hukum. Uang, barang, atau fasilitas diterima dari Alvonsus Gani, yang merupakan direktur perusahaan yang bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk proyek air bersih.

Dari proyek yang dikerjakan oleh PT MSI, Lalu Ahmad diduga menerima berbagai bentuk gratifikasi, termasuk uang tunai dan barang bernilai tinggi. Keseluruhan nilai gratifikasi yang diperkirakan mencapai lebih dari Rp1,6 miliar, dengan barang-barang mewah seperti mobil dan barang elektronik terdaftar sebagai penerimaan yang perlu dipertanyakan.

Melihat kondisi ini, hukum yang berlaku tidak hanya mengatur tentang suap, tetapi juga mengatur mengenai gratifikasi yang dapat melibatkan penyidik dalam penindakan kasus korupsi ini. Penegakan hukum yang tegas diharapkan dapat memberikan efek jera dan mencegah terulangnya kasus serupa di masa depan.

Dampak Terhadap Pemerintah dan Masyarakat

Kasus korupsi yang melibatkan pejabat publik dan pengusaha pastinya berdampak besar terhadap kepercayaan masyarakat. Ketidaktransparanan dalam pengadaan barang dan jasa menunjukkan lemahnya sistem pengawasan yang ada, serta memperlagu permasalahan dalam birokrasi yang seharusnya lebih berintegritas.

Pemerintah daerah perlu mengambil langkah konkret untuk memperbaiki sistem dan mekanisme pengawasan untuk mencegah terjadinya korupsi di masa depan. Edukasi kepada pejabat publik mengenai kode etik dan tanggung jawab moral juga menjadi sangat penting.

Di sisi lain, masyarakat juga perlu berperan aktif dalam mengawasi setiap tindakan pemerintah, serta melaporkan setiap dugaan ketidakberesan yang terjadi agar kasus seperti ini dapat diminimalisir. Partisipasi aktif masyarakat akan menciptakan lingkungan yang lebih transparan dan akuntabel.

Tags: BarangBaratBupatidanDidugaLainLombokMewahMiliaranTerimaUang
Previous Post

Bupati Lombok Barat Diduga Cuci Uang Suap Melalui Pembelian Saham dan Aset Tanah

Next Post

Percepat Pengembangan Kawasan Infrastruktur dan Komunitas di Summarecon Crown Gading

gerald

gerald

Related Posts

Terduga Pembunuh Siswa SD di Makassar Sudah Lama Mengincar Korban
Travel

Polisi Bantu Bebaskan 2 WNI dalam Kasus Penipuan Online di Myanmar

by gerald
July 20, 2026
Tiga Kapal Terbakar di Muara Angke, Polisi Melakukan Penyelidikan
Travel

Tiga Kapal Terbakar di Muara Angke, Polisi Melakukan Penyelidikan

by gerald
July 19, 2026
Diplomasi Kuliner Bupati Promosikan UMKM di Blora
Travel

Diplomasi Kuliner Bupati Promosikan UMKM di Blora

by gerald
July 19, 2026
Dorongan BPOM untuk Kemandirian Vaksin Nasional melalui Bio-TCV Indonesia
Travel

Dorongan BPOM untuk Kemandirian Vaksin Nasional melalui Bio-TCV Indonesia

by gerald
July 18, 2026
8 Siswi Tenggelam Saat Berenang di Mata Air Garut, 1 Tewas
Travel

8 Siswi Tenggelam Saat Berenang di Mata Air Garut, 1 Tewas

by gerald
July 18, 2026
Next Post
Percepat Pengembangan Kawasan Infrastruktur dan Komunitas di Summarecon Crown Gading

Percepat Pengembangan Kawasan Infrastruktur dan Komunitas di Summarecon Crown Gading

Premium Content

Makeup Corner di Asrama Haji Makassar untuk Hajah Tampil Menawan

Makeup Corner di Asrama Haji Makassar untuk Hajah Tampil Menawan

June 6, 2026
Satu Peserta BTN JAKIM 2026 Dilaporkan Menyusul ke Meninggalan

Satu Peserta BTN JAKIM 2026 Dilaporkan Menyusul ke Meninggalan

June 15, 2026
Spesifikasi dan Harga Realme C100 Series Terbaru di Indonesia, Mana yang Dipilih?

Spesifikasi dan Harga Realme C100 Series Terbaru di Indonesia, Mana yang Dipilih?

May 8, 2026

Browse by Category

  • Bisnis
  • Bola
  • Health
  • Lifestyle
  • News
  • Otomotif
  • Properti
  • Tekno
  • Travel

Browse by Tags

Akan Baru dalam dan dari dengan DPR Dua Dunia Harga Hari Hunian Indonesia Ini Jadi Jakarta Juta Kasus Korban KPK Menjadi Menurut Miliar oleh pada Pasar Persen Piala Polisi Prabowo Rumah Rupiah Saat Sebagai Setelah Siap Tahun Terhadap Terkait Tidak Tiga Triliun untuk Warga yang
BeritaRiau.co.id

BeritaRiau - Berita Terkini Hari Ini, Kabar Berita Riau.

Categories

  • Bisnis
  • Bola
  • Health
  • Lifestyle
  • News
  • Otomotif
  • Properti
  • Tekno
  • Travel

Browse by Tag

Akan Baru dalam dan dari dengan DPR Dua Dunia Harga Hari Hunian Indonesia Ini Jadi Jakarta Juta Kasus Korban KPK Menjadi Menurut Miliar oleh pada Pasar Persen Piala Polisi Prabowo Rumah Rupiah Saat Sebagai Setelah Siap Tahun Terhadap Terkait Tidak Tiga Triliun untuk Warga yang

Recent Posts

  • Akses Gemini Plus Gratis 6 Bulan dari XLSmart dan Google
  • Piala Dunia 2030 Diikuti 64 Tim Menurut Klaim Presiden Konfederasi Sepak Bola Amerika Selatan
  • Bahlil Kolaborasi dengan Pindad untuk Produksi Tabung CNG 3 Kg

© 2026 beritariau.co.id - Berita Terkini Hari Ini, Kabar Berita Riau.

No Result
View All Result
  • Home
  • Landing Page
  • Buy JNews
  • Support Forum
  • Contact Us

© 2026 beritariau.co.id - Berita Terkini Hari Ini, Kabar Berita Riau.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In