Ketua Tim Pengawas Haji DPR RI, Cucun Ahmad Syamsurijal, memberikan penilaian positif terhadap penyelenggaraan ibadah haji tahun 1447 H/2026 M. Ia menilai bahwa meskipun ada berbagai tantangan, secara keseluruhan pelaksanaan haji berjalan baik, terlebih lagi tahun ini adalah tahun pertama di bawah Kementerian Haji dan Umrah.
Satu hal yang menjadi sorotan setelah fase puncak haji adalah perdebatan mengenai peran Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU). Cucun menegaskan pentingnya KBIHU dalam memberikan layanan kepada jamaah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.
Menurut dia, polemik mengenai KBIHU sebaiknya tidak menjadi perdebatan panjang, mengingat saat ini pemerintah sedang menjalani masa transisi dalam penyelenggaraan haji. Dia berpendapat bahwa KBIHU seharusnya dianggap sebagai mitra, bukan kompetitor.
Pentingnya Peran KBIHU Dalam Penyelenggaraan Haji
Wakil Ketua DPR RI tersebut menjelaskan bahwa KBIHU memiliki kontribusi signifikan dalam mendidik dan membimbing calon jamaah haji. Sejak jauh-jauh hari sebelum keberangkatan, KBIHU memberikan pemahaman tentang pelaksanaan ibadah haji yang sesuai dengan syariat.
Cucun menggarisbawahi pentingnya penguasaan pengetahuan yang mendalam terkait tata cara dan aturan haji. Pengetatan proses dan pengamanan pelaksanaan haji memerlukan dukungan dari berbagai pihak, termasuk KBIHU.
Lebih dari 200 ribu jamaah haji Indonesia berangkat setiap tahun, sehingga dukungan dari KBIHU menjadi sangat krusial. Dengan banyaknya jamaah, diperlukan usaha bersama untuk mengatur dan menyusun mekanisme demi kelancaran pelaksanaan ibadah.
Tantangan dan Isu Yang Muncul Selama Penyelesaian Haji
Cucun menegaskan bahwa KBIHU seharusnya tidak menjadi kambing hitam atas berbagai masalah yang muncul. Ia merasa keberatan jika kelompok ini dibebankan dengan berbagai isu, seperti kesulitan yang dialami oleh jamaah lansia di Masjidil Haram.
Di antara isu yang menjadi perhatian adalah dugaan pungutan liar dan polemik mengenai badal haji. Ia berharap bahwa masalah-masalah tersebut tidak dipandang sebagai kegagalan KBIHU, melainkan sebagai tantangan yang harus dihadapi secara bersama-sama.
Sikap saling menyalahkan tidak akan menyelesaikan permasalahan yang ada. Cucun berpendapat penting untuk melakukan evaluasi kembali terkait peran dan tanggung jawab masing-masing pihak, agar penyelenggaraan haji bisa lebih baik di masa mendatang.
Apresiasi Terhadap Kementerian Haji dan Umrah
Meski ada beberapa tantangan, Cucun tetap memberikan apresiasi kepada Kementerian Haji dan Umrah atas pelaksanaan haji yang dianggap sukses. Ia menilai komunikasi dan koordinasi antara semua pihak sudah dilakukan dengan baik, sehingga proses pengawasan pelaksanaan ibadah dapat berjalan lancar.
Di tahun mendatang, diharapkan dapat meningkatkan kerjasama antara KBIHU dan pemerintah. Keduanya memerlukan saling dukung agar bisa memberikan pelayanan yang optimal kepada jamaah haji.
Cucun menegaskan bahwa penting bagi semua pemangku kepentingan untuk bekerja sama dalam menyiapkan pelayanan terbaik untuk semua jamaah. Hal ini akan berkontribusi pada pelaksanaan ibadah yang lebih baik dan berkualitas di masa depan.








