Kabupaten Blora telah berhasil mempertahankan posisinya sebagai lumbung pangan utama di Jawa Tengah. Keberhasilan ini dicapai melalui pengembangan pertanian organik dan penerapan teknologi modern yang meningkatkan hasil panen secara signifikan.
Pada Selasa, Bupati Blora Arief Rohman melakukan peninjauan panen padi di dua desa berbeda, yaitu Desa Gondel dan Desa Sumber. Di Desa Gondel, panen dilakukan dengan menggunakan metode pertanian organik yang dibina oleh Trubus dan Exxon.
Melanjutkan kegiatan tersebut, Bupati Arief juga mengunjungi panen raya di Desa Sumber, Kecamatan Kradenan. Di desa ini, petani menggunakan pupuk pembenah tanah Gemburin dari perusahaan lokal untuk meningkatkan produktivitas tanaman mereka.
Inovasi Pertanian Organik di Blora yang Berhasil Memikat
Keberhasilan panen di tengah musim kemarau menunjukkan ketahanan sektor pertanian di Blora. Dengan mengembangkan pertanian organik, pemerintah berharap bisa memperkuat peranan Blora dalam ketahanan pangan, tidak hanya di tingkat provinsi tetapi juga nasional.
Selama kunjungan di Desa Gondel, Bupati Arief memberikan apresiasi kepada petani yang telah berkomitmen untuk mengembangkan pertanian ramah lingkungan. Pendampingan dari Trubus dan Exxon dinilai sangat membantu dalam mempercepat transisi ini.
Dengan adanya program pengembangan pertanian organik, sekitar 108 petani di Desa Gondel kini terlibat aktif dalam praktik pertanian yang lebih berkelanjutan. Luas lahan yang dikelola oleh petani mencapai 6,6 hektare, memberikan potensi yang besar untuk memproduksi beras organik berkualitas tinggi.
Para petani di Desa Gondel telah mengembangkan merek dagang untuk produk beras organik mereka, yang dikenal sebagai Bestiw. Pemerintah Kabupaten berkomitmen mendukung pemasaran produk ini untuk meningkatkan kesejahteraan petani.
Dengan harga beras organik diharapkan bisa melebihi Rp 20.000 per kilogram, ada harapan nyata untuk memberikan nilai tambah bagi petani. Namun, Bupati Arief mengingatkan pentingnya kepastian pasar agar usaha ini bisa bertahan dalam jangka panjang.
Kendala dan Solusi dalam Pengembangan Pertanian Organik
Meski banyak pencapaian, Arief juga menyampaikan beberapa kendala yang harus dihadapi oleh petani, terutama dalam hal biaya dan peralatan. Keterbatasan akses terhadap mesin penggiling dan peralatan lain menjadi salah satu tantangan yang perlu diselesaikan.
Oleh karena itu, Bupati meminta penguatan pendampingan dari penyuluh pertanian lapangan untuk memfasilitasi petani dalam menghadapi kendala tersebut. Pengujian kualitas beras yang dihasilkan juga menjadi perhatian agar bisa bersaing di pasar lebih luas.
Aspek kualitas dan kemasan menjadi faktor penting dalam membangun kepercayaan konsumen terhadap produk organik. Upaya untuk memperbaiki kualitas produk akan sangat menentukan daya saing beras organik di pasaran.
Bupati menegaskan bahwa tujuan jangka panjang adalah menjadikan Blora sebagai kabupaten organik. Pengembangan harus dimulai di desa-desa yang memiliki potensi, dimana Desa Gondel adalah salah satu contohnya.
Ia juga mengapresiasi kerja keras tim pendamping dari Trubus dan Exxon yang telah memberikan pelatihan dan pengetahuan kepada para petani secara konsisten. Inisiatif ini menunjukkan kolaborasi yang positif antara pemerintah dan sektor swasta dalam meningkatkan produktivitas pertanian lokal.
Penerapan Teknologi Modern untuk Meningkatkan Produktivitas Pertanian
Di sisi lain, Bupati Arief juga menjelajahi Desa Sumber, yang telah menerapkan teknologi pupuk pembenah tanah Gemburin untuk meningkatkan hasil pertanian. Teknologi ini diharapkan dapat menjadi solusi efektif dalam meningkatkan produktivitas di lahan pertanian Blora.
Hasil dari lahan percontohan menunjukkan potensi yang baik, namun Bupati mengingatkan pentingnya kajian lebih lanjut untuk mengetahui efek dari teknologi ini. Tindak lanjut yang baik diperlukan untuk memastikan bahwa teknologi ini memberikan manfaat yang nyata bagi petani.
Ke depannya, Bupati Arief mendorong semua pihak, termasuk penyuluh dan camat, untuk bersama-sama melakukan kajian terhadap penggunaan teknologi pertanian yang baru ini. Petani juga perlu diberi kesempatan untuk memahami dan mencoba teknologi tersebut di lahan mereka sendiri.
Menghadapi tantangan di bidang pertanian bukanlah hal yang mudah, namun dengan dukungan dari berbagai pihak diharapkan hasil yang diinginkan bisa tercapai. Kolaborasi antara pemerintah dan swasta dalam hal ini akan menjadi kunci keberhasilan.
Dengan edukasi dan pendampingan yang berkelanjutan, Bupati Arief percaya petani di Blora dapat meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil pertanian mereka, sehingga berkontribusi secara signifikan terhadap ketahanan pangan nasional. Di saat yang sama, masyarakat juga dapat menikmati manfaat dari hasil pertanian yang lebih sehat dan berkelanjutan.








