Telin yang beroperasi di Singapura telah mencapai langkah penting dengan menandatangani Letter of Intent (LOI) bersama PEACE, sebuah jaringan kabel internasional. Penandatanganan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas konektivitas internasional Telin dengan menambahkan sekitar 1,4 Terabit per detik (Tbps) pada beberapa rute strategis yang menghubungkan kawasan Asia, Afrika, dan Eropa.
Pada acara penandatanganan tersebut, dihadiri oleh CEO Telin in Singapore, Indarto, dan CEO PEACE Cable International Network Co., Sun Xiaohua. Proses ini juga disaksikan oleh SVP Business Development & Operation Telin, Bernadus Wahyu Wijayanto, serta Chief Commercial Officer PEACE, Lucus, menandakan kerjasama erat antara kedua perusahaan.
LOI ini tidak hanya berfokus pada penambahan kapasitas, tetapi juga mencakup pengembangan dark spectrum resources yang akan menghubungkan Mesir dan Prancis. Penawaran ini akan memungkinkan konektivitas yang lebih efisien dan mendukung pertumbuhan bisnis serta layanan digital di berbagai pasar, menunjukkan komitmen kedua belah pihak dalam memperkuat jaringan internasional.
Telin dan PEACE sama-sama menyadari adanya peningkatan kebutuhan akan bandwidth internasional yang dipicu oleh pertumbuhan layanan cloud, pusat data, dan aplikasi berbasis kecerdasan artifisial (AI). Dengan perluasan ini, mereka berharap dapat memenuhi permintaan yang terus meningkat akan konektivitas yang andal dan efisien.
Strategi Ekspansi Konektivitas Internasional oleh Telin
Ekspansi konektivitas internasional ini diyakini akan memperkuat kapabilitas Telin dalam menyediakan layanan digital. Penambahan sumber daya baru berpotensi memberikan solusi yang lebih mantap dalam menghadapi permintaan yang tumbuh pesat di pasar global.
Dengan mengoptimalkan rute-rute strategis, Telin berkomitmen untuk tetap menjadi pemain kunci dalam industri telekomunikasi global. Kesepakatan ini menunjukkan langkah proaktif dalam menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan pasar yang dinamis.
Kerja sama ini juga mencerminkan upaya panjang kedua perusahaan dalam berkolaborasi untuk mengeksplorasi peluang-peluang baru. Dengan kapasitas yang lebih besar, Telin dan PEACE berharap dapat menghadirkan layanan yang lebih cepat dan lebih baik kepada pelanggan di berbagai belahan dunia.
Dari sudut pandang bisnis, investasi dalam kapasitas konektivitas dihargai karena dapat mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan. Dengan melihat tren yang ada, menyediakan kapasitas yang cukup adalah elemen penting untuk menghadapi tantangan dan memanfaatkan peluang yang ada di pasar digital saat ini.
Penerapan Arsitektur Digital Terbuka oleh Telin
Dalam langkah untuk memperkuat transformasi digitalnya, Telin juga mengambil langkah lebih lanjut dengan menandatangani Open API & Open Digital Architecture (ODA) Manifesto. Pembangunan arsitektur ini bertujuan untuk menjadikan Telin lebih responsif terhadap perkembangan kebutuhan pelanggan dan perubahan pasar.
Penandatanganan manifesto ini melibatkan Chief Technology Officer Telin, Wahyudi Chandra Purnama, dan Chief Technology Officer TM Forum, George Glass. Langkah ini memberikan sinyal kepada industri bahwa Telin serius dalam mengadopsi standar yang lebih terbuka dan interoperabel.
Manfaat dari Open Digital Architecture adalah peningkatan kemampuan integrasi dan kolaborasi di dalam ekosistem digital. Ini tidak hanya akan memudahkan Telin untuk berkolaborasi dengan mitra bisnis, tetapi juga memungkinkan inovasi yang lebih cepat dan efisien.
Dalam perspektif jangka panjang, penerapan arsitektur terbuka ini diharapkan dapat mempermudah pengembangan kapabilitas digital. Kombinasi antara kapabilitas yang kuat dan arsitektur yang fleksibel akan memberikan keunggulan kompetitif bagi Telin di pasar yang semakin padat.
Komitmen Telin terhadap Inovasi dan Kolaborasi Global
Chief of Product Telin, Azmal Yahya, menegaskan bahwa penandatanganan manifesto ini adalah langkah signifikan dalam perjalanan transformasi digital perusahaan. Ia percaya bahwa langkah ini menciptakan fondasi yang lebih kuat untuk berinovasi di masa mendatang.
“Kami berkomitmen untuk menjadi bagian dari komunitas inovasi terbaik dengan dukungan dari TM Forum. Ini akan membantu kami menghadirkan inovasi yang berarti tidak hanya di Indonesia tetapi juga di pasar global,” ujar Azmal.
George Glass dari TM Forum juga mengungkapkan ketertarikan terhadap komitmen Telin untuk mengadopsi arsitektur dan API terbuka. Menurutnya, hal ini tidak hanya mempercepat inovasi tetapi juga mendorong integrasi yang lebih sederhana dan kolaborasi yang efisien.
Standar terbuka sangat penting untuk menjawab tantangan dalam industri yang terus berubah. Dengan mengadopsi Open Digital Architecture, Telin diharapkan dapat beradaptasi lebih cepat terhadap perubahan dan tuntutan pasar yang dinamis.
Secara keseluruhan, kolaborasi antara Telin dan PEACE serta penandatanganan manifesto menunjukkan kesiapan kedua perusahaan untuk berinvestasi dalam teknologi yang akan membawa mereka ke arah yang lebih baik. Dalam dunia yang semakin terhubung ini, langkah-langkah ini diharapkan membawa dampak positif baik untuk perusahaan maupun pelanggan mereka.








