PT PLN (Persero) berkomitmen untuk mengembangkan program listrik desa yang ditargetkan akan menjangkau lebih dari 10.000 lokasi hingga tahun 2029. Inisiatif ini bertujuan untuk meningkatkan akses listrik bagi masyarakat di daerah terpencil, yang selama ini terhambat dalam mendapatkan layanan kelistrikan yang memadai.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menyatakan bahwa program ini berlandaskan pada Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 316 Tahun 2025. Ini menjadi panduan utama untuk pelaksanaan program listrik desa selama periode 2025–2029, yang diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi kehidupan masyarakat.
Pada tahun 2029, target yang ingin dicapai adalah semua 10.068 lokasi yang tercantum dalam roadmap listrik desa sudah mendapatkan akses listrik yang handal. Dengan pencapaian ini, masyarakat yang sebelumnya hidup dalam kegelapan diharapkan dapat menikmati terang yang stabil dan berkelanjutan.
“Kami berharap, pada tahun 2029, total 10.068 lokasi ini yang dulu masih gelap bisa menjadi terang,” ungkap Darmawan dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi XII DPR baru-baru ini. Ini menjadi salah satu fokus utama dalam rangka mengejar akses pendidikan dan ekonomi yang lebih baik bagi masyarakat setempat.
Program ini juga menargetkan untuk menyambungkan aliran listrik ke 735.658 rumah tangga yang tersebar di sekitar 5.700 desa. Untuk merealisasikan program tersebut, PLN telah memanfaatkan sistem informasi geografis (GIS) untuk memetakan seluruh lokasi, serta merencanakan anggaran biaya dan kebutuhan infrastruktur secara rinci.
“Pendanaan untuk program ini berasal dari anggaran belanja tambahan yang telah dialokasikan dalam mata anggaran Kementerian ESDM,” tambahnya. Langkah ini merupakan bagian dari upaya strategis pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah yang kurang terlayani.
Pada tahun anggaran 2025, pemerintah menugaskan PLN untuk membangun jaringan listrik di 1.516 lokasi dengan total anggaran sebesar Rp 3,6 triliun. Hingga Juni 2026, progres pelaksanaan menunjukkan bahwa sebanyak 1.433 lokasi telah berhasil diselesaikan, sementara sisanya sedang dalam tahap penyelesaian.
Untuk tahun anggaran 2026, pelaksanaan program listrik desa akan diadakan dalam dua tahap. Tahap pertama meliputi 1.520 lokasi dengan alokasi anggaran sebesar Rp 4,15 triliun, sedangkan tahap kedua akan menyasar 1.272 lokasi dengan anggaran yang lebih rendah yaitu sebesar Rp 3,36 triliun.
Rencana Strategis PLN untuk Mengatasi Keterbatasan Akses Listrik
PLN berupaya agar seluruh rencana ini bisa berjalan dengan baik demi menciptakan akses kelistrikan yang setara. Dengan memanfaatkan teknologi modern, harapannya adalah setiap desa dapat memiliki konektivitas yang berkelanjutan.
Dalam pelaksanaan program ini, PLN juga bekerja sama dengan berbagai pihak untuk memastikan seluruh proses bisa berjalan tanpa kendala. Koordinasi dengan pemerintah daerah menjadi kunci dalam mencapai target pengembangan infrastruktur listrik.
Dengan ketersediaan listrik yang terjamin, diharapkan akan tercipta peluang ekonomi baru bagi masyarakat. Akses listrik akan mendukung berbagai kegiatan produktif, mulai dari usaha kecil hingga pendidikan yang lebih baik.
Pembangunan jaringan yang efisien juga akan menjadi prioritas untuk mempercepat proses penyambungan listrik. Penekanan pada penggunaan energi terbarukan, seperti listrik tenaga surya, menjadi bagian integral dari strategi PLN dalam merespons tantangan kelistrikan di daerah terpencil.
PLN juga berkomitmen untuk melibatkan masyarakat dalam program ini. Partisipasi aktif dari warga diharapkan dapat meningkatkan rasa memiliki terhadap infrastruktur yang dibangun, sehingga perawatan dan keberlangsungan proyek bisa terjaga dengan baik.
Peran Masyarakat dalam Program Listrik Desa
Keberhasilan program ini bergantung pada kolaborasi yang kuat antara PLN dan masyarakat setempat. Masyarakat diharapkan untuk memberikan umpan balik yang berharga mengenai kebutuhan dan tantangan yang dihadapi terkait akses listrik.
Melalui peningkatan kesadaran akan pentingnya listrik, masyarakat diharapkan dapat berperan aktif dalam mendukung proses pengembangan. Hal ini tidak hanya akan mempermudah pengawasan, tetapi juga akan memberi rasa kepemilikan yang lebih besar.
Pendidikan mengenai penggunaan listrik yang aman dan efektif juga harus ditingkatkan. Dengan pemahaman yang baik, masyarakat dapat menggunakan energi dengan bijak, sehingga dapat mengurangi pemborosan dan memaksimalkan manfaat yang diperoleh.
Banking energi, sistem yang memungkinkan rumah tangga menyimpan listrik dari sumber terbarukan, menjadi salah satu opsi yang bisa diperkenalkan. Ini dapat memberikan alternatif bagi masyarakat dalam mengelola penggunaan energi dengan lebih baik.
Partisipasi dalam program pelatihan mengenai teknologi energi akan membuka peluang baru. Dengan pengetahuan yang didapat, masyarakat dapat memanfaatkan listrik untuk meningkatkan taraf hidup mereka secara keseluruhan.
Menuju Masa Depan dengan Ketersediaan Energi Terjangkau
Ketersediaan listrik yang merata adalah kunci untuk mencapai pembangunan berkelanjutan. PLN terus berkomitmen untuk menghadirkan solusi yang tidak hanya cepat tetapi juga terjangkau bagi masyarakat.
Investasi dalam infrastruktur listrik harus disertai dengan inovasi untuk menciptakan sistem yang efisien. Dengan menggandeng teknologi, PLN bertujuan untuk mengurangi biaya operasional dan meningkatkan keandalan pasokan listrik.
Di masa depan, PLN juga akan menempatkan perhatian pada transisi energi. Sumber-sumber energi terbarukan akan diperkuat untuk meminimalisir dampak lingkungan dan memenuhi kebutuhan energi secara berkelanjutan.
Dengan berbagai langkah strategis ini, harapan untuk menjangkau seluruh lapisan masyarakat dalam hal ketersediaan listrik semakin nyata. PLN berkomitmen untuk menjadi pilar dalam pembangunan energi yang tidak hanya mencakup aspek ekonomi tapi juga sosial dan lingkungan.
Dalam upaya menciptakan ekosistem energi yang hijau, keterlibatan komunitas sangat penting. Edukasi tentang penggunaan energi terbarukan dan partisipasi dalam proyek keberlanjutan akan menjadi pendorong utama dalam mencapai tujuan bersama.









