Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) baru-baru ini melakukan langkah strategis dengan merombak jajaran pimpinan di Perusahaan Umum (Perum) Peruri. Penunjukan Letnan Jenderal TNI (Purn.) Teguh Arief Indratmoko sebagai Direktur Utama yang baru terwujud sejak 15 Juli 2026, menandakan pentingnya peran kepemimpinannya dalam menjalankan organisasi ini.
Kepala BP BUMN, Dony Oskaria, menjelaskan bahwa penunjukan ini didasari oleh kebutuhan mendesak untuk memperkuat fungsi Peruri. Fokus utama adalah menjaga aspek keamanan dalam pencetakan uang Rupiah serta dokumen sekuritas negara, disiplin yang sangat krusial bagi stabilitas ekonomi.
Teguh Arief Indratmoko lahir di Banyumas, Jawa Tengah, pada 19 September 1965. Pendidikan militernya dimulai dengan lulus dari Akademi Militer (Akmil) pada tahun 1988 dan langsung terjun ke dunia infanteri, yang menandai langkah awal dalam kariernya yang gemilang.
Pada awal dinasnya, ia ditempatkan di Korps Baret Merah (Kopassus) dan terlibat dalam berbagai operasi penting, termasuk Operasi Seroja di Timor-Timur. Pengalaman di medan operasi ini telah mengukir karakter dan ketahanan yang membentuk kepemimpinan Teguh.
Jalur Karier Militer yang Menjanjikan dan Beragam
Di sepanjang perjalanan kariernya, Teguh Arief Indratmoko banyak mengemban posisi strategis di bidang pengamanan dan intelijen. Ia pernah menjabat sebagai Wakil Komandan Paspampres, di mana tugasnya meliputi pengamanan presiden dan wakil presiden secara langsung.
Sementara itu, di dalam struktur internal TNI, ia menunjukkan kemampuannya sebagai Perwira Staf Ahli Tk. III di bidang Intekmil dan Siber Panglima TNI. Posisi ini sangat vital dalam hal pengelolaan intelijen yang melibatkan aspek keamanan dan pertahanan negara.
Perjalanan kariernya semakin teruji ketika diangkat sebagai Asisten Intelijen Kasad pada periode 2020 hingga 2021. Tak lama setelah itu, ia juga mengemban tanggung jawab sebagai Panglima Kodam (Pangdam) Iskandar Muda di Aceh dari tahun 2018 hingga 2020, di mana ia memimpin operasi militer yang kompleks.
Pengalaman Kepemimpinan yang Berpengaruh dan Komprehensif
Setelah meraih pangkat bintang tiga, yaitu Letnan Jenderal, Teguh Arief dipercaya untuk memimpin sebagai Komandan Pusat Teritorial Angkatan Darat (Danpusterad) pada tahun 2021. Dalam perannya ini, ia sangat berperan dalam membentuk strategi teritorial yang mendukung keamanan negara.
Karier puncaknya kemudian berlanjut saat ia menjabat sebagai Komandan Jenderal (Danjen) Akademi TNI pada periode 2022 hingga 2023. Jabatan tersebut tak hanya menjadi puncak karier, tetapi juga merupakan langkah penting dalam membina generasi pemimpin TNI yang akan datang.
Kepercayaan yang diberikan kepada Teguh mencerminkan rekam jejaknya yang solid dalam kepemimpinan dan implementasi kebijakan. Dengan latar belakang pendidikan dan pengalaman yang komprehensif, ia diharapkan mampu menerapkan strategi yang efektif di Peruri, terutama dalam menghadapi tantangan ke depan.
Visi dan Misi Baru di Perum Peruri
Dalam menghadapi tanggung jawab barunya, Teguh dihadapkan pada misi menjaga keamanan pencetakan uang yang merupakan hal krusial bagi percaya diri publik terhadap stabilitas ekonomi. Dia juga diharapkan untuk kembali memperkuat integritas dan transparansi di dalam perusahaan.
Penunjukan ini membawa harapan baru bagi Peruri yang sudah lama beroperasi sebagai lembaga penting. Implementasi visi strategis dan inovatif menjadi sangat perlu untuk menjawab tantangan milenial, di mana teknologi berkembang pesat.
Dalam suasana industri yang berubah, Teguh diharapkan membawa perubahan positif, terutama dalam meningkatkan kualitas dan efisiensi layanan serta produk yang ditawarkan oleh Peruri. Menjadi pemimpin yang adaptif dan progresif akan menjadi tantangan tersendiri bagi Teguh di posisi ini.









