PT Samuel Sekuritas Indonesia telah melakukan serangkaian transaksi repurchase agreement (REPO) dengan saham PT Nusantara Sawit Sejahtera Tbk (NSSS). Langkah ini muncul di tengah kenaikan harga saham NSSS yang cukup signifikan dalam beberapa waktu terakhir, mencerminkan strategi likuiditas yang dijalankan oleh perusahaan tersebut.
REPO merupakan suatu bentuk transaksi di mana pemilik saham menjual saham kepada pihak lain dengan kesepakatan untuk membelinya kembali di waktu dan harga yang telah disepakati. Dengan menggunakan skema ini, investor bisa mendapatkan dana sementara tanpa harus kehilangan kepemilikan saham secara permanen.
Dalam waktu empat hari, PT Samuel Sekuritas melakukan berbagai transaksi jual dan beli saham NSSS yang mencapai ratusan juta lembar. Keaktifan ini menunjukkan dinamika yang terjadi dalam pasar serta strategi investasi yang diambil oleh perusahaan sekuritas tersebut.
Rincian Transaksi REPO oleh PT Samuel Sekuritas Indonesia
Berdasarkan data dari Bursa Efek Indonesia (BEI), pada 13 Juli 2026, PT Samuel Sekuritas menjual sebanyak 455.492.900 saham NSSS seharga Rp555 per saham untuk tujuan pencairan REPO. Penjualan ini adalah bagian dari strategi untuk memperoleh likuiditas yang diperlukan perusahaan.
Pada hari yang sama, mereka juga melakukan pembelian sebanyak 228.714.900 saham NSSS dengan harga Rp600 per saham sebagai penempatan REPO. Langkah ini menunjukkan dualitas strategi yang dijalankan, di mana perusahaan melakukan jual-beli secara bersamaan demi mengatur posisi sahamnya.
Selanjutnya, pada 15 Juli 2026, PT Samuel Sekuritas membeli 388.736.100 saham NSSS di harga Rp650 per saham untuk kepentingan penempatan REPO. Keesokan harinya, yakni pada 16 Juli 2026, mereka kembali menjual 459.415.400 saham di harga Rp755 per saham yang tergolong dalam strategi top down REPO.
Dampak Terhadap Kepemilikan Saham PT Samuel Sekuritas Indonesia
Setelah melaksanakan serangkaian transaksi pada 16 Juli 2026, kepemilikan PT Samuel Sekuritas di saham NSSS mengalami penurunan. Sebelumnya, mereka memiliki 8.830.382.200 saham yang setara dengan 37,10%, namun setelah transaksi tersebut turun menjadi 8.370.966.800 saham atau 35,17%.
Mekipun ada penurunan, PT Samuel Sekuritas tetap menjadi pemegang saham terbesar di NSSS dengan kepemilikan yang mencapai 41,58%. Ini menunjukkan bahwa meskipun terjadi transaksi, perusahaan tetap memiliki pengaruh signifikan terhadap NSSS.
Selain PT Samuel Sekuritas, terdapat juga entitas lain yang memiliki saham NSSS, di antaranya adalah PT Samuel International dengan kepemilikan sebesar 10,69% dan PT Nusantara Makmur Lestari yang memiliki 9,5%. Keberadaan beberapa pemegang saham ini menciptakan dinamika dalam struktur kepemilikan NSSS.
Lonjakan Harga Saham NSSS dan Pengaruhnya
Rangkaian transaksi REPO tersebut terjadi bersamaan dengan lonjakan harga saham NSSS yang cukup signifikan dalam satu bulan terakhir. Berdasarkan data perdagangan, harga saham NSSS tercatat menguat sebesar 45,63% dalam satu bulan terakhir, dan ditutup pada level Rp750 per saham pada penutupan perdagangan 16 Juli 2026.
Laju positif ini menjadikan NSSS menarik bagi banyak investor, meningkatkan likuiditas dan daya tarik di pasar. Lonjakan harga yang tajam ini juga menjadi indikator bahwa perusahaan sedang dalam tren pertumbuhan yang baik.
Tingginya volume transaksi di NSSS di tengah kenaikan harga menunjukkan adanya keyakinan dari investor terhadap prospek bisnis perusahaan ini. Menjelang periode mendatang, potensi pertumbuhan NSSS akan terus menarik minat para pelaku pasar untuk berinvestasi lebih lanjut.








