• Landing Page
  • Shop
  • Contact
  • Buy JNews
  • Login
Upgrade
BeritaRiau.co.id
Advertisement
  • News
  • Tekno
  • Bola
  • Bisnis
  • Health
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Properti
  • Travel
No Result
View All Result
  • News
  • Tekno
  • Bola
  • Bisnis
  • Health
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Properti
  • Travel
No Result
View All Result
BeritaRiau.co.id
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Ritel Terbesar di Indonesia Tiba-Tiba Tumbang, Keluarga Riady Ambil Alih

gerald by gerald
May 18, 2026
in Lifestyle
0
Ritel Terbesar di Indonesia Tiba-Tiba Tumbang, Keluarga Riady Ambil Alih

Sejak lama, Matahari telah menjadi salah satu simbol belanja yang dikenal oleh masyarakat Indonesia. Dimulai dari toko kecil di kawasan Pasar Baru, saat ini Matahari telah tumbuh menjadi raksasa ritel dengan 155 gerai di 81 kota di seluruh Tanah Air.

Sejarah perjalanan Matahari diawali oleh Hari Darmawan yang membuka toko pakaian bernama Micky Mouse pada tahun 1960. Di toko ini, Hari menjual pakaian impor dan produk bermerek sendiri, MM Fashion, yang dikerjakan oleh istrinya.

Selama lima tahun pertama, bisnis Micky Mouse cukup sukses dan memiliki pasar tersendiri. Namun, rasa iri mulai melanda Hari ketika melihat kesuksesan toko tetangga, De Zion, yang selalu ramai didatangi orang-orang kaya.

Perubahan Signifikan dalam Bisnis Toko

Hari berusaha meniru strategi yang digunakan De Zion, tetapi langkah ini tidak menghasilkan hasil yang signifikan. Keinginan untuk mengakuisisi De Zion muncul kembali pada tahun 1968 ketika Hari mendengar bahwa pemilik toko tersebut berniat untuk menjual.

Dengan semangat dan harapan baru, Hari segera membeli toko tersebut menggunakan pinjaman yang didapat dari Citibank. Langkah tersebut membuahkan hasil ketika nama De Zion diubah menjadi “Matahari”.

Sebagai informasi, nama “De Zion” dalam bahasa Belanda berarti matahari, sehingga perubahan nama tersebut sangat tepat. Hari kemudian mengembangkan konsep toko dengan terinspirasi dari Sogo Department Store yang terkenal di Jepang.

Strategi dan Inovasi yang Diterapkan

Dengan mengikuti pola yang diterapkan Sogo, Matahari mulai menarik banyak pengunjung. Di tahun 1970-an hingga 1980-an, gerai Matahari tidak hanya menjual pakaian, tetapi juga berbagai jenis barang lainnya seperti perhiasan, tas, kosmetik, dan alat elektronik.

Kesuksesan ini memungkinkan Hari untuk meluaskan jangkauan bisnis dengan membuka gerai baru di berbagai daerah di Indonesia. Nama Matahari menjadi semakin dikenal, dan pada tahun 1989, perusahaan ini go public di bursa saham.

Kesuksesan yang terus didapatkan tidak membuat Hari berpuas diri. Ia memiliki ambisi besar untuk menjadikan Matahari sebagai pusat ritel terkemuka dengan target 1.000 gerai.

Pinjaman dan Persaingan Bisnis yang Ketat

Keinginan Hari untuk berkembang didengar oleh James Riady, seorang bankir muda yang menawarkan pinjaman senilai Rp 1,6 triliun. Dengan bunga rendah, Hari setuju dan merasa yakin langkah ini akan membawa kesuksesan lebih besar.

Namun, masalah timbul ketika James ternyata juga memutuskan untuk terjun ke bisnis ritel dengan membuka WalMart di lokasi yang sangat strategis, tepat di depan gerai Matahari. Hal ini menciptakan tantangan besar bagi Hari yang harus bersaing dengan pemberi pinjamannya.

Meski begitu, Hari tetap fokus menjalankan bisnis Matahari dengan prinsip dan strategi yang kuat. Dalam kurun waktu tertentu, Matahari terbukti mampu bertahan dan mengalahkan kompetitor terbarunya, WalMart.

Namun, pada tahun 1996, situasi berubah drastis ketika James menawarkan untuk membeli Matahari. Ketika itu, omzet perusahaan sudah mencapai Rp 2 triliun.

Akuisisi dan Dampaknya bagi Perusahaan

Transaksi ini menjadi sorotan banyak pihak karena banyak yang tidak menyangka Matahari, yang pada saat itu dalam kondisi gemilang, akan dijual. Sejak saat itu, Matahari menjadi bagian dari Lippo Group, dan nama Hari Darmawan mulai memudar dari sorotan.

Pembelian ini memang mengakhiri era independen Matahari, namun memperkuat posisi perusahaan di pasar ritel. Lippo Group yang memiliki sumber daya lebih besar diharapkan dapat membawa inovasi baru untuk Matahari.

Dalam beberapa tahun setelah akuisisi, Matahari terus beradaptasi dengan dinamika pasar dan menghadapi berbagai tantangan baru. Meskipun ada perubahan kepemilikan, konsumen tetap setia dan banyak yang menyimpan kenangan manis akan belanja di Matahari.

Dengan berbagai penyesuaian yang terus dilakukan, Matahari berkomitmen untuk mempertahankan kualitas layanan dan produk. Meski sudah bertransformasi menjadi bagian dari konglomerat besar, mereka tetap berusaha menjaga identitas dan nilai-nilai yang selama ini dibangun.

Seiring berjalannya waktu, Matahari juga mencoba menjawab tantangan era digital dengan menghadirkan platform belanja online. Hal ini menjadi langkah strategis untuk bersaing di era konsumen yang semakin mengutamakan kemudahan dan kecepatan.

Tags: AlihAmbilIndonesiaKeluargaRiadyRitelTerbesarTibaTibaTumbang
Previous Post

Peluang Pengembangan Jalur LRT Hingga PIK 2 dan Bandara Soetta

Next Post

Bea Cukai Klarifikasi Isu Intimidasi Penumpang Bawa Kartu Pokemon dari Luar Negeri

gerald

gerald

Related Posts

Masa Penawaran IPO RANS Dimulai Besok dengan Harga Rp170
Lifestyle

Masa Penawaran IPO RANS Dimulai Besok dengan Harga Rp170

by gerald
July 2, 2026
Strategi Emiten Alat Kesehatan IPO dalam Menghadapi Volatilitas
Lifestyle

Strategi Emiten Alat Kesehatan IPO dalam Menghadapi Volatilitas

by gerald
July 1, 2026
Kinerja Solid Mitratel Tebar Dividen Rp2,08 Triliun
Lifestyle

Kinerja Solid Mitratel Tebar Dividen Rp2,08 Triliun

by gerald
July 1, 2026
IHSG Tutup Juni Anjlok 3 Persen Parkir di Level 5600 An.
Lifestyle

IHSG Tutup Juni Anjlok 3 Persen Parkir di Level 5600 An.

by gerald
June 30, 2026
Hashim Tegaskan Tidak Memiliki Saham di FolaPlay
Lifestyle

Hashim Tegaskan Tidak Memiliki Saham di FolaPlay

by gerald
June 30, 2026
Next Post
Bea Cukai Klarifikasi Isu Intimidasi Penumpang Bawa Kartu Pokemon dari Luar Negeri

Bea Cukai Klarifikasi Isu Intimidasi Penumpang Bawa Kartu Pokemon dari Luar Negeri

Premium Content

Dirjen Bea Cukai Menerima Rp61 Miliar dari Pemilik Blueray

Dirjen Bea Cukai Menerima Rp61 Miliar dari Pemilik Blueray

May 21, 2026
Dinkes Bali Belum Temukan Hantavirus, Pintu Masuk Diperketat

Dinkes Bali Belum Temukan Hantavirus, Pintu Masuk Diperketat

May 12, 2026
Indeks Saham Jepang Nikkei 225 Mencetak Rekor Tertinggi Baru Lagi

Indeks Saham Jepang Nikkei 225 Mencetak Rekor Tertinggi Baru Lagi

May 25, 2026

Browse by Category

  • Bisnis
  • Bola
  • Health
  • Lifestyle
  • News
  • Otomotif
  • Properti
  • Tekno
  • Travel

Browse by Tags

Akan Anak Baru dalam dan dari dengan DPR Dua Dunia Emas Harga Hari Indonesia Ini Jadi Jakarta Juta Kasus Korban KPK Menjadi Menurut Miliar oleh pada Pasar Persen Piala Polisi Prabowo Rumah Rupiah Saat Setelah Siap Tahun Terhadap Terkait Tidak Tiga Triliun untuk Warga yang
BeritaRiau.co.id

BeritaRiau - Berita Terkini Hari Ini, Kabar Berita Riau.

Categories

  • Bisnis
  • Bola
  • Health
  • Lifestyle
  • News
  • Otomotif
  • Properti
  • Tekno
  • Travel

Browse by Tag

Akan Anak Baru dalam dan dari dengan DPR Dua Dunia Emas Harga Hari Indonesia Ini Jadi Jakarta Juta Kasus Korban KPK Menjadi Menurut Miliar oleh pada Pasar Persen Piala Polisi Prabowo Rumah Rupiah Saat Setelah Siap Tahun Terhadap Terkait Tidak Tiga Triliun untuk Warga yang

Recent Posts

  • Larangan Pendakian Merapi oleh BPPTKG, Waspada Terhadap Erupsi Eksplosif
  • Tahap Pertama Luna Residences Terjual Setengah, Hunian Pemandangan Laut Jadi Pilihan Utama Pembeli
  • Masa Penawaran IPO RANS Dimulai Besok dengan Harga Rp170

© 2026 beritariau.co.id - Berita Terkini Hari Ini, Kabar Berita Riau.

No Result
View All Result
  • Home
  • Landing Page
  • Buy JNews
  • Support Forum
  • Contact Us

© 2026 beritariau.co.id - Berita Terkini Hari Ini, Kabar Berita Riau.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In