Presiden Kelima Republik Indonesia, Megawati Soekarnoputri, mengungkapkan rasa duka yang sangat mendalam atas meninggalnya Jenderal TNI (Purnawirawan) Ryamizard Ryacudu. Momen penuh emosi terjadi saat Megawati mengenang kenangan-kenangan bersama Ryamizard selama masa jabatannya sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD).
Beliau menggambarkan Ryamizard sebagai figur prajurit yang memiliki dedikasi tinggi terhadap bangsa dan negara, serta selalu siap membantu sahabat-sahabatnya dalam berbagai situasi sulit.
“Saya menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya,” ungkap Megawati, sembari mendoakan agar almarhum diberikan tempat terbaik di sisi Tuhan, dan keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan dan ketabahan.”,” lanjutnya di Jakarta.
Meninggalnya Jenderal Ryamizard dan Pengabdiannya
Jenderal Ryamizard meninggal dunia di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto dalam usia 76 tahun akibat sakit yang dideritanya. Sebelumnya, beliau pernah menjabat sebagai Menteri Pertahanan Republik Indonesia pada periode 2014-2019, menunjukkan loyalitas serta pengabdiannya yang tanpa henti.
Selama menjabat sebagai KSAD, Ryamizard dikenal sebagai pemimpin yang tegas, disiplin, serta selalu mengutamakan kepentingan rakyat. Ini terlihat dari cara beliau berinteraksi dengan prajuritnya dan melibatkan diri dalam berbagai kegiatan.
Megawati kemudian mengenang momen-momen istimewa ketika mereka bersama bekerja untuk kepentingan bangsa. Salah satunya adalah ketika menghadapi bencana alam, di mana Ryamizard berusaha memberikan yang terbaik bagi masyarakat yang terdampak.
Kenangan Berharga Megawati Bersama Ryamizard
Dalam ingatan Megawati, salah satu kenangan yang paling kuat adalah saat penanganan bencana di Aceh. Ketika itu, Megawati menyaksikan kondisi masyarakat yang sangat memprihatinkan dan menyadari kebutuhan mendesak untuk membangun jembatan darurat.
“Setelah kembali dari Aceh, saya menghubungi Pak Ryamizard dan beliau langsung mengambil langkah cepat untuk mengerahkan batalyon Zeni dalam pemasangan jembatan,” kenangnya. Tindakan cepat tersebut menunjukkan dedikasi tinggi Ryamizard dalam menghadapi persoalan yang ada.
Hal ini mencerminkan karakter Ryamizard sebagai prajurit sejati yang selalu hadir untuk rakyat. Kesigapan dan komitmen beliau selalu ditunjukkan dalam berbagai situasi genting yang dihadapi bangsa.
Ryamizard, Prajurit yang Mengutamakan Kepentingan Rakyat
Ryamizard Ryacudu tidak hanya dikenal sebagai seorang prajurit biasa, tetapi sebagai sosok prajurit negarawan. Megawati menekankan bahwa beliau selalu teguh pada prinsip, memiliki dedikasi yang tinggi, dan menunjukkan komitmen yang tak pernah padam kepada negara.
Dengan pengabdian yang konsisten, Ryamizard memberikan teladan bagi generasi penerus untuk selalu siap sedia melayani masyarakat. Hal ini tentu sangat penting untuk memastikan bangsa tetap solid di tengah berbagai tantangan.
Megawati merasa sangat terkesan dengan kepemimpinan dan keberanian Ryamizard dalam berbagai tugas yang diemban. Bagi beliau, Ryamizard adalah teladan dan inspirasi bagi banyak orang.
Pikiran Terakhir Sebagai Penghormatan Terakhir
Kenangan Megawati terhadap Ryamizard tidak hanya menyangkut pengalaman-pengalaman kerja, tetapi juga tentang ikatan persahabatan yang telah terjalin selama bertahun-tahun. Ia mengungkapkan rasa kehilangan yang mendalam saat mengingat pribadi Ryamizard yang selalu berkomitmen untuk membantu sesama.
“Selamat jalan, temanku. Terima kasih atas persahabatan, pengabdian, dan jasa-jasamu bagi Indonesia,” ucap Megawati, dalam suasana penuh haru. Emosi tersebut sangat terasa saat ia mengenang perjuangan dan kontribusi almarhum.
Dengan pernyataan ini, Megawati menunjukkan bahwa kehilangan Ryamizard adalah kehilangan yang sangat berarti bagi banyak orang. Ia bukan sekadar prajurit, tetapi juga pribadi yang memiliki hati besar dan semangat patriotisme yang tinggi.








