Kebakaran besar terjadi di Dermaga Muara Angke, Jakarta Utara, pada hari Minggu, 19 Juli. Tiga kapal yang sedang bersandar di lokasi tersebut dilalap api, menuntut perhatian pihak berwenang untuk melakukan penyelidikan mendalam.
Unit Reserse Kriminal (Reskrim) dari Polsek Kawasan Sunda Kelapa segera mengerahkan timnya untuk menyelidiki insiden ini. Mereka menunggu hingga kondisi kapal mendingin agar dapat melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
“Kami masih dalam tahap penyelidikan,” ungkap Kanit Reskrim, AKP Ery Suroto, yang bertanggung jawab atas pengawasan kasus ini.
Penyelidikan Tindak Pidana dan Olah TKP
Ery memastikan bahwa penyelidikan ini dilakukan untuk mengetahui apakah insiden kebakaran ini mengandung indikasi tindak pidana. Tim masih belum dapat memasuki kapal karena suhu yang terlalu tinggi akibat kebakaran yang baru saja terjadi.
Dalam kasus ini, petugas berencana untuk melakukan olah TKP ketika kondisi sudah lebih aman. Saat ini, penyidik sudah meminta keterangan dari beberapa saksi yang berada di sekitar lokasi kejadian.
“Kita harus menunggu keadaan kapal sedikit stabil sebelum melanjutkan proses olah TKP,” kata Ery. Ini menunjukkan keseriusan pihak kepolisian dalam menyelidiki lebih lanjut potensi pelanggaran yang mungkin terjadi.
Penyebab Kebakaran yang Diduga Korsleting Listrik
Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) juga terlibat dalam penanganan kebakaran ini. Mereka melakukan penyelidikan yang menunjukkan bahwa kebakaran kemungkinan disebabkan oleh korsleting listrik saat proses perbaikan kapal.
Menurut informasi dari saksi mata, asap mulai terlihat dari salah satu kapal yang sedang dalam proses docking. Kaum saksi berusaha mencari bantuan dari warga di sekitar ketika api mulai menjalar cepat.
Meski upaya untuk memadamkan api dilakukan, nyatanya api semakin membesar dan mengancam kapal-kapal lain di sekitarnya. Pada akhirnya, mereka terpaksa memanggil petugas pemadam kebakaran untuk mendapatkan bantuan lebih lanjut.
Tindakan Penanggulangan dari Tim Pemadam Kebakaran
Tim pemadam kebakaran yang tiba di lokasi segera berupaya untuk memadamkan api yang terus berkobar. Proses pemadaman berlangsung cukup lama karena api yang sangat besar dan berkobar membakar area yang luas.
Menyusul kabar tersebut, Gulkarmat Jakarta Utara mengaku telah mengerahkan sejumlah armada untuk membantu memadamkan kobaran api. Mereka memperkirakan waktu pemadaman akan cukup lama mengingat kondisi dan situasi yang ada.
Kepala Gulkarmat, Gatot Sulaeman, menjelaskan bahwa situasi di lapangan cukup menantang. “Kami harus tetap waspada dan siap menghadapi segala kemungkinan saat kami berupaya memadamkan api,” ungkapnya.
Dampak dan Implikasi Kebakaran di Lokasi Strategis ini
Kebakaran yang terjadi di Dermaga Muara Angke membawa dampak signifikan, baik bagi para pemilik kapal maupun masyarakat sekitar. Dermaga ini merupakan salah satu titik penting dalam aktivitas perdagangan dan jasa perikanan di Jakarta.
Bukan hanya menyangkut kerugian material, namun juga memberikan efek psikologis terhadap para pekerja yang bergantung pada dermaga tersebut. Mereka kini dihadapkan pada ketidakpastian di tengah padamnya aktivitas pelayaran.
Pihak berwenang hingga saat ini masih melakukan evaluasi untuk mengetahui berapa estimasi kerugian yang ditimbulkan akibat kejadian ini. Tak pelak, masyarakat yang tinggal di sekitar juga turut merasakan dampaknya.









