Wakil Menteri Transmigrasi, Viva Yoga Mauladi, baru-baru ini menghadiri Rembug Tani di Desa Sebuntal, Kecamatan Marang Kayu, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Dalam acara tersebut, ia menyampaikan dorongan kepada petani untuk meningkatkan produktivitas di tengah berbagai tantangan di sektor perkebunan karet.
Viva Yoga menekankan pentingnya untuk memperhatikan banyak persoalan yang menghantui petani karet saat ini. Di antara persoalan tersebut, ada tiga isu utama yang perlu mendapatkan perhatian lebih agar produktivitas tidak semakin terpuruk.
Menurutnya, salah satu isu yang perlu segera ditangani adalah mandeknya program peremajaan pohon karet. Selain itu, minimnya pemupukan secara intensif juga menjadi faktor yang berkontribusi terhadap penurunan hasil panen.
Pentingnya Peremajaan Pohon Karet untuk Pertanian Berkelanjutan
Viva Yoga menjelaskan bahwa banyak petani karet tidak melaksanakan peremajaan dengan baik akibat usia pohon yang sudah lebih dari 25 tahun. Peremajaan atau replanting sangat penting untuk memastikan pohon karet tetap produktif.
Ia menekankan bahwa dengan melakukan peremajaan, petani akan mendapatkan hasil yang lebih baik dan meningkatkan kualitas produk yang dihasilkan. Program ini diharapkan bisa berjalan dengan baik agar dapat menggairahkan kembali sektor perkebunan karet.
Pemerintah juga berupaya untuk mendukung farmer melalui kebijakan yang lebih fokus pada revitalisasi sektor pertanian. Dengan langkah-langkah ini, diharapkan tidak hanya hasil panen yang meningkat, tetapi juga kesejahteraan petani akan terjamin.
Strategi Intensifikasi untuk Mengatasi Permasalahan Pemupukan
Dalam proses meningkatkan produktivitas, pemupukan secara intensif menjadi fokus utama yang perlu diterapkan. Viva Yoga menegaskan bahwa pemupukan yang tepat waktu dan sesuai dengan kebutuhan tanaman sangat berpengaruh terhadap hasil panen.
Selain pemupukan, pembangunan jaringan dan infrastruktur juga harus diperhatikan. Tanpa infrastruktur yang baik, distribusi hasil pertanian menjadi terhambat, sehingga semua upaya yang dilakukan tidak akan memberikan hasil optimal.
Kementerian Pertanian dan lembaga terkait lainnya perlu berkolaborasi agar strategi ini dapat terimplementasi dengan baik. Masyarakat petani juga diharapkan aktif berpartisipasi dalam program ini untuk lebih memahami teknik pemupukan yang efektif.
Riset dan Pengembangan Bibit Unggul untuk Masa Depan
Di samping itu, riset untuk mengembangkan bibit unggul menjadi salah satu solusi untuk memajukan sektor perkebunan karet. Viva Yoga menyarankan bahwa perlu ada fokus yang lebih besar dalam riset berskala nasional untuk menemukan varietas baru yang lebih produktif dan tahan terhadap penyakit.
Kerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sangat penting untuk mewujudkan tujuan ini. Pengembangan bibit unggul bukan hanya akan meningkatkan hasil, tetapi juga menarik minat generasi muda untuk terlibat dalam sektor pertanian.
Program riset ini diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja baru dan memberikan insentif kepada petani. Dengan langkah-langkah ini, sektor perkebunan karet bisa lebih bersaing di pasar global.









