Wakil Gubernur Sumatera Barat merespons mengenai kontroversi yang diangkat oleh seorang pegiat media sosial. Pernyataan yang mengaitkan masyarakat Sumatera Barat dengan perilaku barbar dianggapnya tidak mendasar dan lahir dari perspektif yang sempit.
Dalam sebuah unggahan di media sosial, dirinya menunjukkan sikap yang tenang terhadap tuduhan tersebut. Ia berpendapat bahwa menghadapi komentar seperti itu sebaiknya direspons dengan senyuman, dan bukan dengan kemarahan.
“Saat ditanya bagaimana tanggapan saya terhadap orang seperti itu, saya rasa cukup senyum saja,” ujarnya dengan nada santai. Tanggapan tersebut mengindikasikan bahwa bersikap tenang adalah langkah yang lebih bijak dalam menghadapi provokasi.
Menggugat Persepsi Negatif Terhadap Sumatera Barat
Dua poin penting dalam tanggapan ini adalah mengenai pandangan sempit yang ada dan realitas masyarakat Minang. Ia merasa bahwa tuduhan tersebut mencerminkan kondisi dan kacamata sang pengkritik, bukan karakter asli masyarakat yang dikenal ramah dan berbudaya.
Vasco Ruseimy menyampaikan bahwa penilaian yang sembarangan terhadap daerah yang kaya tradisi ini telah menyinggung banyak pihak. Menurutnya, kualitas budaya yang berkembang di Sumatera Barat tidak seharusnya dinilai dari sudut pandang negatif.
“Melihat segala sesuatu semestinya tidak berdasarkan kacamata yang retak,” tambahnya. Dalam konteks ini, penilaian perlu dilakukan dengan lebih mendalam agar tidak terjebak dalam stereotip yang merugikan banyak orang.
Pentingnya Kesadaran dalam Merespons Kontroversi
Tindakan provokatif seharusnya tidak memancing reaksi berlebihan dari masyarakat. Ia menyerukan agar warga Sumbar menghadapinya dengan kepala dingin, tidak mudah terprovokasi, dan tidak memberikan perhatian lebih kepada pihak-pihak yang sengaja mencari sensasi.
Pernyataan Vasco ini sejalan dengan prinsip yang dianut oleh masyarakat Minangkabau, yaitu menjaga marwah dan kehormatan daerah. Masyarakat diminta untuk bersikap santun meskipun ada pihak yang menuduh dengan cara yang tidak adil.
Vasco juga menekankan pentingnya mengedepankan fakta sejarah yang menunjukkan bahwa Sumatera Barat melahirkan tokoh-tokoh penting dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. Seharusnya, masyarakat tidak boleh terjebak dalam stigma negatif yang merendahkan identitas budaya mereka.
Kehormatan Masyarakat Tidak Ditentukan Oleh Pendapat Orang Lain
Dari sudut pandang Vasco, kehormatan tidak ditentukan oleh ejekan dari luar: “Kita harus tetap teguh pada adat kita dan tidak membiarkan evaluasi yang keliru mempengaruhi citra daerah kita.” Masyarakat harus mampu menunjukkan siapa mereka sebenarnya melalui tindakan dan sikap yang baik.
Selanjutnya, penting untuk diingat bahwa bukan semua komentar negatif membutuhkan balasan. Kearifan dalam bersikap terhadap kritik harus ditunjukkan, dengan tetap menjaga jarak dari heboh yang hanya akan menjadi bahan bakar bagi mereka yang ingin menciptakan polemik.
Masyarakat Sumatera Barat diharapkan untuk mengambil hikmah dari situasi ini, memperkuat identitas dan tradisi mereka tanpa merasa terbebani oleh pandangan negatif yang ditujukan oleh orang lain. Kenyataan yang dihadapi harus dijadikan pijakan untuk lebih memahami jati diri sebagai bagian dari budaya yang kaya dan berharga.








