Polisi telah mengungkapkan motif dari seorang pria berinisial MY (34) yang membuat sebuah ancaman teror bom di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Dari hasil penyelidikan yang dilakukan, terlihat bahwa pelaku melakukan aksinya dengan alasan iseng, tanpa motivasi yang lebih mendalam.
“Motif dari pelaku saat ini berdasarkan keterangan yang kami dapatkan menunjukkan bahwa tindakan ini hanya untuk bersenang-senang,” ucap Dirkrimum Polda Metro Jaya, Kombes Iman Imannudin. Penyelidikan lebih lanjut masih dilakukan untuk memastikan semua informasi dari pelaku.
Pihak kepolisian terus mengejar keterangan dan mendalami latar belakang pelaku, termasuk berkoordinasi dengan Densus 88 Antiteror Polri. Ini penting untuk memastikan langkah-langkah keamanan yang tepat diambil, terutama terkait dengan ancaman terorisme yang nyata.
Detail Kejadian Teror Bom di Sekolah Dasar
Pada Senin (13/7), ancaman bom terjadi di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, bersamaan dengan hari pertama masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS). Ketika ancaman itu diterima, pihak sekolah langsung membubarkan aktivitas MPLS untuk keamanan siswa.
Kapolsek Jagakarsa, Kompol Nurma Dewi, menjelaskan bahwa semua pihak terkait telah diajak berkoordinasi untuk menangani situasi tersebut. Dalam waktu singkat, orang tua siswa pun merasa panik karena khawatir dengan keselamatan anak-anak mereka.
Petugas keamanan, termasuk tim Gegana dan Densus 88, melakukan penyisiran di lokasi dan memastikan bahwa situasi sudah terkendali. Tim yang terlibat bersikeras bahwa tidak ada potensi bahaya setelah melakukan pemeriksaan menyeluruh.
Penyelidikan dan Tindak Lanjut Pihak Berwenang
Pihak kepolisian kini sedang fokus mengumpulkan semua bukti dan keterangan dari pelaku. Dari penuturan Iman, mereka berusaha untuk mendalami lebih lanjut apakah ada motif tersembunyi di balik tindakan yang dilakukan MY.
Pelaku saat ini masih dalam pemeriksaan intensif di Polres Metro Jakarta Selatan. Penyelidikan ini juga memerlukan sinergi dari Densus 88 untuk menggali latar belakang yang lebih dalam mengenai tindakan tersebut.
“Kami terus mendalami keterangan pelaku dengan harapan mendapatkan gambaran yang lebih jelas. Kerjasama dengan Densus 88 merupakan langkah yang penting,” tambah Iman.
Pesan Ancaman yang Dikirim Pelaku
Dalam ancaman yang dikirimkan, pelaku menuliskan pesan yang menghebohkan. Pesan tersebut menyatakan bahwa dalam hitungan menit, bom akan meledak di lokasi sekolah tersebut. Tindakan ini jelas memicu kecemasan tidak hanya di kalangan pelajar, tetapi juga orang tua dan masyarakat setempat.
Pesan ancaman itu juga disertai dengan informasi bahwa pelaku telah menyiapkan beberapa titik tempat untuk meledakkan bom. Tak hanya itu, pelaku juga berusaha menghubungi pihak sekolah melalui telepon, menunjukkan sikap yang semakin mengkhawatirkan.
“Mereka mengirimkan pesan sebanyak dua kali dan bahkan berusaha melakukan panggilan telpon. Situasi ini benar-benar mengganggu dan harus segera ditangani,” ungkap Kompol Nurma Dewi.







