Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menyatakan dukungannya terhadap langkah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang bertujuan menyelaraskan riset dengan kebutuhan sektor industri serta solusi untuk permasalahan nasional. Dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi X DPR RI di Jakarta, berbagai inovasi yang disampaikan mendapatkan respon positif dari para legislator.
Kepala BRIN, Arif Satria, membuka pemaparannya dengan mengucapkan terima kasih atas keberadaan forum komunikasi yang menghubungkan riset dan inovasi antara berbagai lembaga. Forum ini dianggap penting untuk mencegah tumpang tindih program riset dan memastikan hasilnya dapat diimplementasikan secara konkret.
Arif Satria menegaskan bahwa hasil riset hendaknya tidak hanya berupa dokumen publikasi, tetapi harus mampu menawarkan solusi riil terhadap tantangan di masyarakat. Melalui inovasi yang dihasilkan, BRIN berkomitmen untuk mengatasi masalah yang dihadapi oleh masyarakat, dari mitigasi bencana hingga ketahanan pangan.
Inovasi Teknologi untuk Mitigasi Bencana dan Ketahanan Pangan
Dalam forum tersebut, BRIN memperkenalkan Teknologi Peredam Gempa yang dirancang untuk meningkatkan ketahanan infrastruktur di daerah rawan bencana. Teknologi ini diharapkan dapat membantu masyarakat dalam menghadapi ancaman bencana alam yang semakin sering terjadi.
Selain itu, di sektor ketahanan pangan, periset BRIN berhasil menciptakan varietas padi Biosalin yang tahan terhadap tingkat salinitas tinggi. Inovasi ini bertujuan untuk mendukung kedaulatan pangan nasional dan memenuhi kebutuhan dasar masyarakat akan pangan yang berkualitas.
Menanggapi inovasi yang disampaikan, anggota dewan memberikan masukan terkait pentingnya pengembangan varietas yang lebih unggul guna meningkatkan produksi pertanian. Mereka berharap riset yang dilakukan dapat memberikan hasil yang lebih signifikan dan mudah diterima oleh petani.
Pengolahan Sampah Menjadi Energi dan Rumah Inovasi Indonesia
BRIN juga mengusulkan fasilitas pengolah sampah menjadi energi listrik (PSEL) untuk menjawab tantangan tata kelola kawasan urban. Usulan ini diharapkan dapat mengurangi volume sampah sekaligus menghasilkan energi terbarukan yang bermanfaat bagi masyarakat.
Selanjutnya, Arif Satria memperkenalkan konsep Rumah Inovasi Indonesia, suatu platform yang bertujuan menyatukan hasil riset dengan industri, investor, dan calon filantropis. Dengan adanya ekosistem kolaborasi ini, BRIN berupaya mempercepat proses hilirisasi produk teknologi yang dihasilkan.
Komisi X DPR memberikan catatan penting untuk strategi inovasi yang ditawarkan oleh BRIN. Mereka menekankan pentingnya untuk mempertimbangkan aspek sosiologi dalam penerapan teknologi agar inovasi tidak mengalami keberatan dari masyarakat dan dapat diterima dengan baik.
Pentingnya Kesinambungan dalam Program Riset
Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah, menyoroti perihal kesinambungan program riset dari BRIN. Ia menekankan bahwa inovasi yang diciptakan harus memiliki keberlanjutan, tanpa terhalang oleh adanya pergantian kepemimpinan di dalam lembaga.
Para legislator juga menyerukan agar fokus riset BRIN lebih diarahkan pada masalah kesehatan, terutama dalam pengobatan diabetes yang tengah meningkat di Indonesia. Mereka berharap BRIN dapat memperhatikan kebutuhan mendesak ini dengan serius.
Inovasi dan terobosan yang ditawarkan memang memerlukan dukungan infrastruktur yang kuat. Arif Satria berbicara tentang perlunya modernisasi fasilitas laboratorium untuk menjaga daya saing peneliti Indonesia di ranah internasional.
Penguatan Anggaran untuk Riset dan Inovasi
Dalam kesempatan tersebut, Kepala BRIN mengajukan usulan penguatan anggaran yang difokuskan pada pembaruan fasilitas vital nasional. Usulan ini mencakup infrastruktur dalam bidang ketenaganukliran untuk mendukung sektor energi, industri, dan kesehatan.
Merespons usulan tersebut, Hetifah memastikan bahwa Komisi X DPR RI akan memberikan dukungan kuat terkait penguatan anggaran untuk BRIN. Riset dan inovasi dianggap sebagai salah satu pilar penting untuk pembangunan nasional yang berkelanjutan.
Alokasi dana untuk riset dijadikan sebagai investasi jangka panjang yang berpotensi memberikan dampak positif bagi masa depan bangsa. Sebagai tindakan nyata dalam pengawasan, Komisi X berencana melakukan kunjungan lapangan untuk melihat langsung hasil inovasi BRIN yang telah dilaksanakan.








