• Landing Page
  • Shop
  • Contact
  • Buy JNews
  • Login
Upgrade
BeritaRiau.co.id
Advertisement
  • News
  • Tekno
  • Bola
  • Bisnis
  • Health
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Properti
  • Travel
No Result
View All Result
  • News
  • Tekno
  • Bola
  • Bisnis
  • Health
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Properti
  • Travel
No Result
View All Result
BeritaRiau.co.id
No Result
View All Result
Home Travel

SPPG Tanpa Pengawasan Gizi

gerald by gerald
May 14, 2026
in Travel
0
SPPG Tanpa Pengawasan Gizi

Badan Gizi Nasional (BGN) mengungkapkan bahwa Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Tembok Dukuh, Surabaya, telah melanggar standar operasional prosedur (SOP) dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Insiden ini menyebabkan lebih dari 200 siswa mengalami keracunan massal, sebuah fenomena yang mengkhawatirkan dan meresahkan masyarakat.

Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Surabaya, Kusmayanti, menjelaskan bahwa salah satu pelanggaran yang terdapat dalam prosedur tersebut adalah absennya pengawas gizi saat bahan baku makanan tiba di lokasi. Hal ini mengindikasikan adanya kelalaian yang berpotensi merugikan kesehatan para siswa yang mengandalkan program ini.

“Ada kesalahan penerapan SOP yang seharusnya diikuti dengan ketat,” kata Kusmayanti. “SOP yang ada telah dirancang dengan baik, namun dalam pengalaman kami di lapangan, hal tersebut tidak diterapkan dengan baik di SPPG ini.”

Kejadian Keracunan Massal yang Mengguncang Surabaya

Rapat dengar pendapat (hearing) pada tanggal 13 Mei baru-baru ini menggugah sejumlah otoritas untuk memberikan penjelasan. Dalam forum tersebut, menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai juga turut hadir untuk mendengarkan langsung penjelasan mengenai insiden ini.

Kusmayanti menambahkan bahwa ketidakhadiran pengawas gizi membuat mereka tidak mampu memastikan di mana kerusakan makanan tersebut bermula. Distribusi bahan baku atau proses pengolahan di dapur bisa jadi dua penyebab utama yang harus diselidiki lebih lanjut.

Keadaan ini diperburuk oleh kerusakan sampel makanan yang seharusnya digunakan sebagai barang bukti untuk pemeriksaan laboratorium. Dalam situasi yang kritis itu, sampel dikeluarkan dari lemari pendingin tanpa prosedur yang semestinya, yang mengakibatkan hilangnya kesempatan untuk mendapatkan informasi yang akurat.

“Kami seharusnya menerapkan penanganan khusus pada sampel dan memastikan suhu tetap terjaga,” ungkapnya. “Sayangnya, hanya daging yang masih bisa diambil sampelnya setelah insiden ini.”

Tanggung Jawab dan Permohonan Maaf dari BGN

Dari insiden ini, BGN juga secara resmi menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas kelalaian yang terjadi. Kasus keracunan ini menjadi catatan mengecewakan, sebagai insiden pertama dalam program Makan Bergizi Gratis di Surabaya.

“Kami ingin meminta maaf dengan penuh kerendahan hati. Inciden ini memberi kami pelajaran untuk lebih berhati-hati dalam menjaga mutu pelayanan,” kata Kusmayanti, menyuarakan keprihatinan yang mendalam atas kejadian tersebut.

Sejalan dengan penjelasan BGN, Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya, Billy Daniel Messakh, juga menyoroti beberapa kejanggalan dalam proses pengolahan makanan di SPPG. Investigasi yang dilakukan menunjukkan bahwa prosedur yang seharusnya diikuti ternyata tidak dipatuhi.

“Defrosting daging dilakukan di area yang tidak bersih, dan selama dua jam, lingkungan sekitar dipenuhi lalat,” ungkap Billy, mengkritisi kebersihan dan kesehatan daerah tersebut.

Standar Kebersihan Dapur yang Tidak Terjaga

Selain itu, fasilitas dapur di SPPG menjadi sorotan karena dianggap tidak memenuhi standar higienitas. Alat penjebak serangga yang tidak berfungsi optimal dan tidak adanya tirai plastik pada pintu masuk dapur menjadi beberapa masalah yang diidentifikasi dalam survei.

“Pintu masuk dapur seharusnya memiliki penghalang plastik agar serangga tidak bisa masuk dengan mudah,” tegas Billy. Hal-hal kecil seperti ini dapat bersekongkol untuk menciptakan lingkungan yang tidak sehat bagi makanan yang akan disajikan kepada siswa.

Saat ini, BGN dan Dinas Kesehatan Surabaya masih menunggu hasil uji laboratorium untuk mengidentifikasi penyebab pasti keracunan yang telah terjadi. Penyelidikan ini diharapkan dapat memberikan kejelasan terkait risiko kesehatan yang muncul dari program yang semestinya bermanfaat.

Lebih dari 200 siswa dan guru dari 12 sekolah di kawasan Tembok Dukuh, Kecamatan Bubutan, terlibat dalam insiden ini setelah menyantap makanan dari program MBG pada tanggal 11 Mei. Banyak dari mereka telah diperbolehkan pulang, namun tujuh pasien masih dirawat di rumah sakit sembari menjalani observasi.

Tags: GiziPengawasanSPPGTanpa
Previous Post

Dorong Proyek Strategis, Dasar Bisnis Makin Kuat

Next Post

Kepala Staf Kepresidenan Dudung: Respon Positif Pemerintah terhadap Kritik

gerald

gerald

Related Posts

Daftar Kepala Daerah Terpecah di Tengah Isu Pilkada Tanpa Wakil
Travel

Tukang Sampah Menjadi Kades di Bekasi Mengalahkan Petahana dengan Euforia

by gerald
September 27, 2026
SPPG di Batang Ditegur Karena Keracunan, SPPG di Tulungagung Dihentikan
Travel

SPPG di Batang Ditegur Karena Keracunan, SPPG di Tulungagung Dihentikan

by gerald
September 26, 2026
Karangan Bunga untuk Rumah Duka Guruh Soekarnoputra
Travel

Karangan Bunga untuk Rumah Duka Guruh Soekarnoputra

by gerald
September 26, 2026
Temuan Lapas Mewah di Cibinong Terkait Modus Korupsi
Travel

Temuan Lapas Mewah di Cibinong Terkait Modus Korupsi

by gerald
September 25, 2026
Pemprov DKI Kerja Sama dengan NYU Tingkatkan Pendidikan dan Sektor Olahraga
Travel

Pemprov DKI Kerja Sama dengan NYU Tingkatkan Pendidikan dan Sektor Olahraga

by gerald
September 25, 2026
Next Post
Kepala Staf Kepresidenan Dudung: Respon Positif Pemerintah terhadap Kritik

Kepala Staf Kepresidenan Dudung: Respon Positif Pemerintah terhadap Kritik

Premium Content

Impor Emas China Mencapai Rekor Tertinggi pada Juni 2026

Penyebab Penurunan Harga Patokan Ekspor Agustus 2026 Sebesar 0,7 Persen

July 31, 2026
Waktu Layar Anak Meningkat Saat Orang Tua Mengalami Stres

Waktu Layar Anak Meningkat Saat Orang Tua Mengalami Stres

August 13, 2026
Tosin Adarabioyo Sebut Alasan Meninggalkan Chelsea dan Bergabung dengan Tottenham

Tosin Adarabioyo Sebut Alasan Meninggalkan Chelsea dan Bergabung dengan Tottenham

September 2, 2026

Browse by Category

  • Bisnis
  • Bola
  • Health
  • Lifestyle
  • News
  • Otomotif
  • Properti
  • Tekno
  • Travel

Browse by Tags

Akan Anak Bank Baru dalam dan dari dengan DPR Dua Dunia Emas Harga Hari Indonesia Ini Jadi Jakarta Juta Kasus Kebakaran Korban KPK Menjadi Menurut Miliar oleh pada Pasar Persen Piala Polisi Prabowo Rumah Rupiah Saat Setelah Siap Tahun Terkait Tidak Triliun untuk Warga yang
BeritaRiau.co.id

BeritaRiau - Berita Terkini Hari Ini, Kabar Berita Riau.

Categories

  • Bisnis
  • Bola
  • Health
  • Lifestyle
  • News
  • Otomotif
  • Properti
  • Tekno
  • Travel

Browse by Tag

Akan Anak Bank Baru dalam dan dari dengan DPR Dua Dunia Emas Harga Hari Indonesia Ini Jadi Jakarta Juta Kasus Kebakaran Korban KPK Menjadi Menurut Miliar oleh pada Pasar Persen Piala Polisi Prabowo Rumah Rupiah Saat Setelah Siap Tahun Terkait Tidak Triliun untuk Warga yang

Recent Posts

  • Aksi Mandiri Agen AI Tanpa Pengawasan
  • 3 Berita Bola Teratas: Rahmat Erwin Abdullah Persembahkan Emas Kedua untuk Indonesia
  • Harga Emas Antam Sepekan Mengalami Penurunan Lalu Kembali Menguat

© 2026 beritariau.co.id - Berita Terkini Hari Ini, Kabar Berita Riau.

No Result
View All Result
  • Home
  • Landing Page
  • Buy JNews
  • Support Forum
  • Contact Us

© 2026 beritariau.co.id - Berita Terkini Hari Ini, Kabar Berita Riau.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In