RSUD Dr Soetomo baru-baru ini mengalami insiden kebakaran yang memaksa evakuasi 44 pasien dari Gedung Pusat Pelayanan Jantung Terpadu. Kebakaran yang terjadi pada pagi hari itu menyebabkan satu pasien meninggal meski upaya penyelamatan telah dilakukan. Situasi ini menuntut penanganan cepat dan strategis demi keselamatan semua yang terlibat.
Kepala Instalasi Hukum, Humas dan Pemasaran RSUD Dr Soetomo, Martha Kurnia K, menegaskan bahwa prioritas utama mereka adalah memastikan keselamatan pasien, keluarga, pengunjung, serta para petugas rumah sakit. Langkah-langkah tanggap darurat segera diaktifkan untuk mengatasi kondisi yang genting.
Martha menginformasikan bahwa dalam waktu singkat, proses evakuasi dilakukan dengan terukur dan terkoordinasi. Semua pasien berhasil dipindahkan ke ruang perawatan yang telah disiapkan untuk menjaga kelangsungan perawatan dan pengobatan mereka.
Langkah-langkah Evakuasi Pasien di RSUD Dr Soetomo
Evakuasi dilakukan ke berbagai fasilitas rumah sakit, termasuk Ruang Observasi Intensif dan Intensive Care Unit. Tim medis hadir untuk memastikan setiap pasien mendapat perhatian yang sesuai dengan kondisi mereka. Proses ini berjalan mulus berkat kerjasama tim medis dan petugas penanggulangan kebakaran.
Pihak rumah sakit menegaskan bahwa meski kebakaran terjadi, setiap kandidat evakuasi diperlakukan dengan hati-hati. Penanganan dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi klinis masing-masing pasien dan menerapkan strategi evakuasi yang telah dirumuskan sebelumnya.
Salah satu momen kritis dalam evakuasi adalah ketika dua pasien di ICCU harus mendapatkan perhatian khusus. Pasien-pasien ini, yang dalam kondisi sangat kritis, berhasil dievakuasi meski mengalami tantangan serius.
Kondisi Pasien dan Tim Medis
Dalam situasi yang menegangkan, satu pasien berhasil diselamatkan, tetapi yang lainnya dinyatakan meninggal dunia setelah upaya stabilisasi di Ruang Resusitasi. Pasien yang meninggal sebelumnya telah menjalani tindakan operasi jantung dan berada dalam kondisi sangat kritis.
Menurut penjelasan Martha, pasien tersebut tidak meninggal akibat kebakaran; melainkan, kondisi kesehatan yang sudah parah menjadi penyebab utama. Tim medis bekerja keras untuk menjaga keselamatan dan kesehatan pasien-pasien yang teraktivasi dalam insiden tersebut.
Selain itu, klaim bahwa kebakaran disebabkan oleh faktor internal gedung, disampaikan oleh pihak menuju proses investigasi. Segera setelah insiden terdeteksi, protokol darurat otomatis diaktifkan untuk meminimalkan dampak kebakaran.
Pemadaman Kebakaran dan Respons Rumah Sakit
Petugas di RSUD Dr Soetomo mengungkapkan bahwa mereka telah menggunakan sistem proteksi internal gedung untuk mempercepat pemadaman api sementara menunggu kedatangan tim pemadam kebakaran. Respons cepat ini diakui telah berhasil melokalisir api sebelum menyebar lebih luas.
Pihak manajemen rumah sakit mengonfirmasi bahwa situasi di lokasi kejadian sekarang telah aman dan terkendali. Namun, mereka menunggu hasil penyelidikan dari pihak berwenang terkait penyebab kebakaran tersebut.
Evakuasi seluruh pasien di area terdampak sudah selesai, dan mereka telah ditempatkan di ruangan-ruangan perawatan yang sesuai dengan kebutuhan medis masing-masing. Rumah sakit berlanjut melayani pasien lainnya dengan penyesuaian operasional yang diperlukan.
RSUD Dr Soetomo menjaga komitmen untuk memberikan pelayanan kesehatan yang aman dan berkualitas. Evaluasi menyeluruh terhadap fasilitas dan sistem keselamatan akan dilakukan agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang. Keberhasilan penanganan insiden ini menjadi pelajaran berharga bagi seluruh tim.
Direktur Utama RSUD Dr Soetomo, Prof Dr Cita Rosita Sigit Prakoeswa, menegaskan bahwa kematian pasien terjadi murni karena kondisi penyakit yang parah, bukan karena akibat dari kebakaran. Penjelasan jelas mengenai kondisi medis pasien yang sebenarnya diperlukan untuk meredakan ketidakpastian yang mungkin timbul.
Dengan pernyataan ini, manajemen rumah sakit berharap bisa memberikan informasi yang transparan kepada masyarakat tentang situasi yang sebenarnya. Melalui usaha bersama tim medis, upaya perawatan tetap akan berlanjut meskipun dalam keadaan yang tidak terduga.








