Perusahaan nirlaba yang berbasis di Singapura, Impact of Asia Limited (IOA) Global Pte Ltd, tengah menjajaki potensi kerja sama jangka panjang dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Rencana ini mencakup investasi dalam sektor manufaktur berteknologi tinggi, pengembangan pendidikan vokasi, serta peningkatan kompetensi tenaga kerja lokal.
Dalam audiensi dengan Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, pada hari Selasa, Daryl Tan Chen Ming, Executive Chairman IOA Global Pte Ltd, menyatakan bahwa kunjungan ini adalah langkah awal untuk memetakan peluang kolaborasi dengan mitra-mitra yang ada di Fujian dan Xiamen, China. Pertemuan ini dianggap sebagai tahap pengenalan untuk menemukan jalan kerja sama yang saling menguntungkan.
“Kunjungan ini masih merupakan pertemuan awal. Di bulan Oktober, mitra-mitra kami akan datang kembali untuk finalisasi rencana kerja sama yang akan dijalankan,” ujarnya dalam keterangannya.
Langkah Awal Menuju Kerja Sama Internasional di Jateng
Salah satu mitra potensial yang direncanakan akan dibawa adalah perusahaan sepatu dari China yang menggunakan teknologi tinggi. Perusahaan ini menyatakan minat serius untuk mendirikan fasilitas produksi di wilayah Jawa Tengah, yang menunjukkan betapa menariknya provinsi tersebut bagi investor luar negeri.
IOA juga berencana mendatangkan investor dari China dan beberapa negara Eropa untuk meninjau kondisi lokasi secara langsung. Mereka akan menilai dukungan pemerintah setempat, kesiapan tenaga kerja, dan kebutuhan khusus dari investasi yang ingin mereka lakukan.
“Ini adalah proyek jangka panjang yang kami jajaki, yang tidak hanya mencakup investasi tetapi juga pendidikan,” tambah Daryl. Hal ini menunjukkan bahwa fokus mereka tidak hanya pada keuntungan finansial tetapi juga pada pengembangan manusia.
Memanfaatkan Potensi Manufaktur Fujian
Daryl juga menekankan bahwa wilayah Fujian memiliki banyak industri manufaktur berteknologi tinggi yang dapat dikembangkan di Jawa Tengah. Gagasan utama mereka adalah membangun fasilitas produksi yang dimiliki oleh investor Fujian di wilayah ini, yang bisa menciptakan banyak lapangan pekerjaan.
Pengembangan pendidikan dan sumber daya manusia juga menjadi bagian penting dari rencana ini. Generasi muda di Jawa Tengah berkesempatan untuk mengikuti pendidikan atau pelatihan di China, sedangkan tenaga ahli dari China dapat memberikan pelatihan teknologi baru di Jateng.
Pengalaman Daryl dalam mengembangkan institusi pendidikan di Xiamen selama lebih dari seratus tahun juga membuka peluang untuk kerjasama dengan lembaga pendidikan di Jawa Tengah. Hal ini akan mencakup pertukaran mahasiswa, dosen, informasi, dan pengetahuan.
Mengoptimalkan Kesiapan Infrastruktur dan Sumber Daya
Daryl menyebutkan bahwa Jawa Tengah memiliki modal yang kuat sebagai lokasi investasi. Tanpa diragukan lagi, wilayah ini didukung oleh infrastruktur yang memadai, kawasan industri, dan ekosistem usaha yang telah berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir.
Sementara itu, Razali Ramli, Chief Executive IOA Global Pte Ltd, mencatat kedekatan budaya antara masyarakat dan pelaku usaha di Jawa Tengah dengan Fujian. Banyak pengusaha asal Fujian yang sudah membangun jaringan usaha di provinsi ini, sehingga memudahkan kolaborasi di masa depan.
“Budaya yang mirip membuatnya lebih mudah bagi pengusaha dari Fujian untuk menjalin kemitraan di sini,” ungkapnya. Pendekatan ini dapat mempermudah transisi bagi investor asing yang ingin masuk ke pasar Indonesia.
Di sisi pemerintah daerah, Ahmad Luthfi menegaskan komitmennya untuk memberikan kepastian dan keamanan bagi calon investor. Pemprov Jawa Tengah bersedia mengawal proses perizinan dan menawarkan berbagai kawasan industri serta kawasan ekonomi khusus yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan.
Dia menambahkan bahwa industri padat karya menjadi salah satu prioritas, mengingat potensi besar untuk menyerap tenaga kerja. Dengan sekitar 1.500 sekolah vokasi, politeknik, dan Balai Latihan Kerja (BLK), kawasan ini siap menghasilkan tenaga kerja yang terampil untuk memenuhi tuntutan pasar.
“BLK yang kami miliki dirancang untuk menjamin bahwa keterampilan tenaga kerja sesuai dengan kebutuhan industri,” tambahnya. Ini menunjukkan upaya nyata pemerintah untuk mendukung hubungan industri dan pendidikan.
Selain itu, data dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menunjukkan bahwa total investasi dari Singapura pada periode 2022 hingga triwulan I 2026 mencapai Rp32,158 triliun. Ini menjadikan Singapura sebagai investor terbesar kedua di Jawa Tengah.
Serta, pada triwulan I 2026, Singapura menjadi kontributor utama dalam penanaman investasi asing, dengan nilai mencapai Rp3,333 triliun, yang setara dengan 25,8 persen dari total investasi asing yang masuk ke provinsi ini.









