Dusun Krajan di Desa Batur, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara, menjadi sorotan pada Iduladha 2026 ketika terjadi lonjakan hewan kurban. Jumlah hewan kurban mencapai ratusan ekor, dengan pergeseran dari sapi ke kambing sebagai pilihan utama tahun ini.
Kepala Desa Batur, Ahmad Fauzi, mengungkapkan angka yang mengejutkan; terdapat 52 sapi dan 339 kambing yang dikurbankan. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat sangat antusias dalam melaksanakan ibadah kurban pada momen yang istimewa ini.
Fauzi menambahkan bahwa hewan-hewan ini berasal dari swadaya masyarakat lokal tanpa adanya intervensi dari pihak luar. Pergeseran ini tidak hanya mencerminkan preferensi warga, tetapi juga menambah variasi dalam ritual pembagian daging kurban.
Peningkatan Jumlah Kurban di Desa Batur
Data menunjukkan peningkatan signifikan dalam jumlah hewan kurban di desa ini, berkomitmen untuk melestarikan tradisi yang sudah berlangsung lama. Pada tahun ini, jumlah kurban terdaftar mencapai total 394 ekor.
Tanggal 27 Mei menjadi hari penting bagi warga karena penyembelihan hewan kurban dilakukan serentak di berbagai lokasi seperti musala dan masjid. Daging yang dihasilkan akan dikumpulkan di gedung Muhammadiyah setempat untuk didistribusikan kepada yang berhak.
Persiapan juga melibatkan pembuatan kupon untuk pengambilan daging, dengan total 8.000 kupon disediakan. Ini merujuk pada kebutuhan warga yang diperkirakan mencapai hampir 6.000 jiwa dari 1.300 kepala keluarga yang ada di Dusun Krajan.
Permintaan Daging Kurban dari Luar Wilayah
Meskipun fokus utama tetap pada warga setempat, ada permintaan daging dari luar daerah, termasuk Wonosobo. Namun, panitia kurban tidak secara terbuka menerima permintaan dari luar Banjarnegara.
Fauzi menjelaskan bahwa permintaan luar hanya diproses terbatas dan melalui satu pintu yang diatur oleh LazisMu. Hal ini dilakukan untuk menjaga agar distribusi tetap terorganisir dan tidak membebani panitia.
Kupon yang diberikan kepada warga akan digunakan untuk mengambil daging kurban di lokasi yang telah ditentukan. Dengan sistem ini, pengambilan daging menjadi lebih mudah dan tertib bagi semua pihak terlibat.
Tradisi Berkurban yang Menuju Generasi Berikutnya
Tradisi berkurban di Desa Batur telah ada sejak puluhan tahun yang lalu dan terus dilestarikan oleh generasi saat ini. Dokumentasi kegiatan berkurban di desa ini bahkan tercatat sejak tahun 1959, menunjukkan bahwa ibadah ini telah menjadi warisan budaya yang kuat.
Kepala Desa Fauzi menekankan pentingnya dakwah untuk meningkatkan kesadaran warga tentang pentingnya berkurban. Pendekatan yang disampaikan pun sederhana namun efektif, mengajak warga untuk berpikir tentang kemampuan mereka dalam berkurban.
Pembentukan panitia kurban yang resmi baru terjadi pada tahun 2011, yang bertujuan untuk mencatat dan merencanakan kegiatan curahan kasih dan kebersamaan ini. Hingga kini, jumlah hewan kurban dan mereka yang berkurban terus menunjukkan tren positif.
Data Historis dan Tren Kurban di Batur
Sejak panitia kurban dibentuk, data menunjukkan perkembangan yang signifikan dari tahun ke tahun. Pada tahun 2024, misalnya, jumlah hewan kurban mencapai angka tertinggi dengan 74 ekor sapi dan 292 ekor kambing.
Dari jumlah tersebut, total daging yang berhasil dikemas mencapai 9.200 bungkus, masing-masing dengan berat 2,5 kg. Hal ini juga mencerminkan usaha maksimal dari panitia dan partisipasi aktif warga dalam berkurban.
Dengan meningkatnya kesadaran akan pentingnya ibadah ini, Desa Batur terus berkomitmen untuk melestarikan tradisi berkurban yang telah lama ada. Upaya ini menjadi bukti nyata dari keinginan masyarakat untuk berbagi dan saling membantu di tengah komunitas.








